Dispusip Sigi Hadir di Festival Ayam Bambu Kulawi, Gencarkan Gerakan Literasi hingga ke Desa

Upaya meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat di Kabupaten Sigi terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sigi. (Foto:Ist)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Upaya meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat di Kabupaten Sigi terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sigi. Tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, Dispusip kini aktif turun langsung hingga ke tingkat kecamatan bahkan desa, dengan menghadirkan layanan yang mudah dijangkau masyarakat.

Langkah ini terlihat pada pelaksanaan Festival Ayam Bambu di Kulawi pada Sabtu (29/11/2025), di mana Dispusip Sigi turut membuka stand Baca di mobil perpustakaan keliling sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan budaya tersebut.

Dalam festival itu, berbagai koleksi buku disediakan bagi masyarakat yang berkunjung, mulai dari buku pelajaran, cerita anak, hingga buku keterampilan seperti panduan berkebun dan pertanian.

Kepala Dispusip Sigi, Imron Noor, mengatakan bahwa perpustakaan tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang, tetapi harus hadir di tengah komunitas untuk memahami kebutuhan mereka.

“Dinas perpustakaan memang harus selalu dekat dengan masyarakat. Di Festival Ayam Bambu ini, kami membuka layanan pojok baca dan antusias warga sangat luar biasa, mulai dari anak-anak hingga orang tua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengunjung terbanyak datang dari kalangan anak-anak SD yang mencari buku pelajaran dan bacaan ringan.

Sementara itu, banyak orang tua yang memanfaatkan layanan ini untuk mencari buku-buku tentang pertanian, terutama cara menanam dan mengelola kebun, yang menurutnya sangat relevan dengan kondisi masyarakat Kulawi.

Menurut Imron, antusias masyarakat menjadi indikator bahwa kebutuhan literasi di wilayah tersebut masih tinggi. Namun, ia mengakui bahwa minat baca generasi muda  masih belum sepenuhnya kuat. Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk memperkuat pendekatan lapangan agar lebih memahami hambatan yang mereka hadapi.

“Kalau kita tidak turun langsung ke lapangan, kita tidak akan tahu apa yang menjadi kendala mereka sehingga minat baca kurang. Secara umum, tingkat minat baca di Kabupaten Sigi memang masih berada di bawah beberapa daerah lain,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan literasi lapangan seperti ini tidak akan berhenti pada satu acara saja. Dispusip Sigi sudah menerima undangan dari salah satu desa di Kulawi Selatan untuk membawa mobil perpustakaan keliling ke wilayah tersebut, dan agenda itu akan segera dijadwalkan.

Selain itu, Imron mengimbau kepada pemerintah desa di seluruh Kabupaten Sigi untuk segera menyurat apabila membutuhkan tambahan buku atau mengalami kekurangan koleksi perpustakaan desa. Salah satu desa yang telah menyampaikan permohonan adalah Desa Dipalamaki di Kulawi Selatan.

Dengan hadirnya Dispusip di berbagai kegiatan masyarakat, diharapkan gerakan literasi di Sigi semakin berkembang, serta mampu membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi masyarakat dari berbagai kalangan. (Gel)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *