JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Perayaan Paskah Nasional ke-5 yang dipusatkan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menghadirkan kegiatan Karnaval Rohani dengan konsep berbeda. Tidak sekadar arak-arakan Paskah, karnaval ini mengangkat alur lengkap kisah Alkitab dari awal hingga Pentakosta, Sabtu (26/4/2026).
Karnaval Rohani di Kota Palu dimulai dari Lapangan GKST Imanuel Palu, sementara peserta dari Kabupaten Sigi mengambil start dari Taman Likuifaksi Biromaru. Seluruh peserta kemudian bergerak menuju titik kumpul di Markas Komando (Mako) Batalyon A Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Desa Loru, Kecamatan Biromaru.
Person In Charge (PIC) kegiatan, Pendeta Fany Madayanto, M.Th, menjelaskan konsep ini menjadi pembeda dibanding pelaksanaan di daerah lain.
“Biasanya karnaval Paskah hanya bersifat umum, tetapi di Palu dan Sigi kami mengemasnya dalam bentuk cerita Alkitab secara utuh. Dimulai dari penciptaan, Adam dan Hawa, kejatuhan manusia, kisah para nabi, hingga Perjanjian Baru tentang kelahiran Tuhan Yesus, pelayanan-Nya bersama murid-murid, kematian, kebangkitan, kenaikan ke surga, dan ditutup dengan peristiwa Pentakosta,” jelasnya.
Ia menyebutkan, konsep ini merupakan yang pertama kali digelar dalam rangka menyukseskan Paskah Nasional ke-5 di Sigi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang keterlibatan bagi gereja, sekolah, dan berbagai lembaga Kristen.
“Ini juga menjadi kesaksian bagi masyarakat, sehingga mereka dapat melihat bahwa cerita Alkitab memiliki urutan yang jelas dan saling berkaitan,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya keterlibatan. Sekitar 18 hingga 20 gereja, lembaga, dan sekolah ikut ambil bagian, baik dari Kota Palu maupun Kabupaten Sigi. Dari Sigi sendiri tercatat sembilan gereja ikut serta, sementara dari Palu sekitar 20 gereja meramaikan karnaval.
Setiap peserta menampilkan cerita berbeda dengan berbagai kreativitas dalam iring-iringan menuju titik akhir di Mako Brimob. Panitia juga menyiapkan apresiasi bagi peserta terbaik, dengan penilaian meliputi kreativitas, penguatan nilai rohani, serta penyampaian cerita.
“Penilaian dilakukan oleh delapan aras gereja, sehingga diharapkan objektif dan mencerminkan kualitas penampilan peserta,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan karnaval rohani ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dengan partisipasi yang lebih luas.
“Harapan kami ke depan, karnaval seperti ini bisa terus dilaksanakan dan melibatkan lebih banyak gereja serta lembaga,” harapnya.
Setelah karnaval, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Paskah Pemuda pada pukul 17.30 WITA. Selanjutnya, puncak perayaan akan digelar pada Minggu, 26 April 2026, melalui Ibadah Paskah Umum mulai pukul 16.00 WITA, yang kemudian ditutup dengan acara seremonial pada pukul 18.30 WITA. (**)






