JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi terus memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar melalui berbagai program pembinaan. Salah satunya dengan menggelar Pembekalan Peserta Lomba Resensi Buku Tingkat SMP/MTs Sederajat se-Kabupaten Sigi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Auditorium Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Desa Maku, Kecamatan Dolo.
Kegiatan yang difasilitasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi itu menjadi bekal bagi para peserta sebelum mengikuti tahapan lomba resensi buku. Melalui pembekalan ini, para siswa diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan karya resensi yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta gemar membaca.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi, Imron Noor, yang mewakili Bunda Literasi Kabupaten Sigi Hj. Siti Halwiyah, secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa lomba resensi buku bukan sekadar kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda.
“Lomba Resensi Buku bukan sekadar ajang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya membangun budaya membaca, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta melatih kemampuan menulis dan menyampaikan gagasan secara sistematis,” ujar Imron Noor.
Menurutnya, budaya membaca perlu terus ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang mampu menganalisis berbagai persoalan, memiliki wawasan luas, dan mampu menyampaikan ide secara runtut melalui tulisan.
Dalam pembekalan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teknik menyusun resensi buku, tetapi juga mendapatkan materi mengenai pembuatan video resensi yang kreatif dan komunikatif. Inovasi tersebut diharapkan mampu menyesuaikan perkembangan dunia digital sekaligus menjadi media bagi pelajar untuk menyampaikan gagasan kepada masyarakat yang lebih luas.
Imron Noor juga mengingatkan seluruh peserta agar mengedepankan kejujuran dan orisinalitas dalam berkarya. Menurutnya, kualitas sebuah resensi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menulis, tetapi juga oleh pemahaman mendalam terhadap isi buku yang dibaca.
Selain itu, para pelajar diajak memanfaatkan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sigi maupun perpustakaan sekolah sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan mengembangkan minat baca. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para guru pendamping yang telah membimbing siswa sehingga mampu mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan pembekalan ini mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Forum Anak Kabupaten Sigi, Camat Dolo, serta Kepala Desa Maku.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap ekosistem literasi semakin berkembang hingga ke seluruh wilayah. Pembekalan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi muda Sigi yang gemar membaca, terampil menulis, berpikir kritis, serta mampu menjadi agen perubahan bagi lingkungan dan daerahnya. (*)






