SIGI, JOURNALRAKYAT.COM – Puluhan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Sekretariat PPS dari berbagai desa di Kabupaten Sigi kembali menggelar aksi protes di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigi, Senin (19/5/2025).
Mereka menuntut pembayaran honor bulan kedelapan pada bulan Januari yang belum juga cair hingga saat ini.
Saiful, Ketua PPS Desa Kotarindau, yang juga bertindak sebagai orator. Ia menyampaikan kekecewaan atas tidak adanya kejelasan dari KPU Sigi terkait pembayaran honor Januari 2025.
“Karena KPU tidak bisa memberikan kejelasan kapan honor kami dibayarkan, maka kami akan meninggalkan kantor ini dengan catatan: hari Senin depan kami akan datang kembali untuk menyegel Kantor KPU Sigi,” tegas Saiful di hadapan massa aksi.
Menurutnya, para PPS hanya menuntut hak mereka yang seharusnya dibayarkan sesuai masa kerja selama delapan bulan, sebagaimana diatur dalam Keputusan KPU Nomor 543 Tahun 2022 dan 475 Tahun 2024.
Namun hingga kini, honor untuk bulan kedelapan belum diterima oleh PPS di 173 desa.
“Kami memberikan waktu satu minggu. Kalau tidak tuntas juga, hari Senin kami akan kembali. Walaupun hanya lima orang, kami akan segel Kantor KPU Sigi,” tambahnya.
Saiful juga menyoroti ketimpangan distribusi honor, di mana hanya tiga desa Porame, Uwemanje, dan Kayumpiayang telah menerima honor Januari 2025. Sementara itu, 173 desa lainnya belum menerima sepeser pun.
“Kami tidak minta lebih, kami tidak minta fasilitas. Kami hanya minta hak kami. Itu saja,” tegasnya.
Menanggapi ancaman tersebut, Ketua KPU Sigi, Soleman, berharap agar PPS tidak menempuh langkah penyegelan dan tetap membuka ruang dialog.
“Kami berharap teman-teman PPS tidak melakukan itu. Artinya, ruang dialog tetap kami buka. Kami juga siap memastikan dan terus berkoordinasi dengan KPU Provinsi untuk percepatan pembayaran honorarium bagi penyelenggara ad hoc di 173 desa,” ujar Soleman kepada Journalrakyat.com
Ia menambahkan bahwa proses pencairan honor sedang dalam tahap administrasi di tingkat provinsi, dan pihaknya akan mengawal agar hal ini segera tuntas.
“Kami tidak mau hal ini terjadi. Seperti yang kami sampaikan saat RDP di DPRD Sigi kami kekurangan anggaran olehnya itu gaji PPS selama satu bulan belum terbayarkan. Mohon bersabar berbagai upaya telah kami lakukan sekarang sudah ada titik terangnya dari Pemprov dananya sudah ada tinggal menunggu penyelesaian administrasi saja,” pungkasnya.
Massa aksi pun membubarkan diri setelah menyampaikan ultimatum tersebut. Mereka berjanji akan kembali dengan tindakan tegas jika honor tidak juga dibayarkan dalam waktu satu minggu ini. (Angel)






