JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mendorong pengembangan model homestay berbasis rumah warga sebagai solusi nyata untuk mendukung sektor pariwisata di Kecamatan Lindu.
Gagasan ini disampaikannya dalam pembukaan Festival Danau Lindu 2025 di Desa Tomado, Senin malam (18/7).

Menurut Rizal, konsep homestay tidak harus dibangun dari awal dengan anggaran besar. Sebaliknya, setiap rumah warga di sekitar lokasi wisata didorong menyediakan minimal satu kamar hunian yang bisa disewakan kepada wisatawan saat ada kegiatan atau event.
“Adapun homestaynya itu bukan dibentuk atau dibangun dari awal, tetapi memanfaatkan rumah warga. Di mana setiap rumah menyediakan satu kamar. Ketika ada kegiatan di desanya, pengunjung bisa menyewa kamar-kamar tersebut. Ini akan menimbulkan pundi-pundi uang untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Rizal di hadapan ribuan warga dan tamu undangan.
Gagasan ini, lanjut Rizal, lahir dari kebutuhan untuk menciptakan sistem wisata yang inklusif dan berdampak langsung pada penghasilan warga.
Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis masyarakat seperti ini lebih realistis dibanding membangun hotel berbintang di kawasan konservasi dan pedesaan seperti Lindu.
“Kita tidak bicara hotel mewah, tapi bagaimana masyarakat merasakan manfaat ekonomi dari pariwisata. Ini adalah cara yang paling cepat dan efektif,” katanya.
Festival Danau Lindu 2025 sendiri menjadi momentum penting dalam mendorong Lindu sebagai destinasi unggulan Sulawesi Tengah.
Dengan dukungan Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi, Rizal berharap konsep homestay ini bisa menjadi model pengembangan wisata berkelanjutan, tidak hanya untuk Lindu, tetapi juga wilayah-wilayah potensial lainnya di Sigi. (Angel)






