JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alamsyah, menegaskan bahwa Kabupaten Sigi memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Tengah.
Namun, ia mengingatkan bahwa potensi itu hanya bisa terwujud jika petani dan pemerintah daerah berkomitmen menjalankan pola tanam berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Andi Nur saat meninjau panen raya padi di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, pada Kamis (4/9/2025).
Panen raya ini menjadi momen penting, karena merupakan panen perdana pasca-bencana gempa dan likuefaksi 2018 yang sempat merusak infrastruktur pertanian di daerah itu.
Dari total luas tanam padi 16.209 hektare di Sigi, pada kesempatan ini dipanen 600 hektare. Ribuan hektare lainnya dijadwalkan menyusul dalam beberapa hari ke depan.
Dalam sambutannya, Andi Nur menegaskan Kementan siap memberikan tambahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), khususnya combine harvester, asalkan ada komitmen kuat dari petani dan pemerintah daerah untuk segera melakukan penanaman kembali setelah panen.
“Kalau Kabupaten Sigi mau mendapatkan tambahan combine, syaratnya jelas: setelah panen hari ini, besoknya lahan harus ditanam kembali. Air di sini sangat melimpah, jadi tidak ada alasan untuk menunda atau membiarkan lahan menganggur,” tegasnya.
Menurutnya, alsintan berperan penting dalam mempercepat proses pengolahan tanah hingga panen, sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani. Dengan menggunakan traktor dan combine, petani dapat menghemat waktu yang biasanya memakan waktu sebulan jika dikerjakan manual.
“Alsintan disiapkan untuk mempercepat produksi dan menjaga kesinambungan pertanian. Kalau sebelumnya olah tanah bisa makan waktu satu bulan dengan cangkul atau tenaga sapi, sekarang dengan traktor bisa lebih cepat. Panen pun tidak lagi dengan sabit, tapi sudah ada combine. Ini yang membuat usaha tani lebih efisien dan hasilnya meningkat,” jelasnya.
Andi juga mengapresiasi semangat Bupati Sigi yang menargetkan tiga kali panen dalam setahun. Semangat itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa pemerintah daerah serius dalam menjaga keberlanjutan pertanian di wilayahnya.
“Terus terang, saya melihat semangat Pak Bupati luar biasa. Karena itu, saya berkomitmen melaporkan kebutuhan Kabupaten Sigi ke Pak Menteri. Ke depan, bukan hanya satu combine yang ada, tetapi akan ada tambahan-tambahan lain. Syaratnya, Pemda dan petani harus komitmen menjaga lahan tetap produktif,” ujarnya.
Dirjen PSP juga menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dengan kementerian. Ia meminta kepala dinas pertanian di daerah tidak segan menyampaikan kebutuhan langsung ke kementerian, agar setiap bantuan tepat sasaran.
“Kalau ke Jakarta tidak sempat bertemu saya, masih ada direktur lain yang bisa menerima. Tolong sampaikan kebutuhan Bapak Ibu di daerah. Bantuan yang kami berikan harus dipastikan bisa digunakan lebih dari satu tahun, bahkan tiga sampai empat tahun ke depan, sehingga petani benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Selain itu, Andi menyinggung program cetak sawah baru seluas hampir 10 ribu hektare di Sulawesi Tengah yang kini digarap bersama TNI. Untuk memastikan program ini berjalan, ia bahkan berencana kembali ke Palu awal pekan depan.
“Senin subuh saya akan kembali ke Palu untuk memastikan 5.000 hektare yang sudah siap bisa langsung dikontrak bersama TNI. Saya ingin memastikan program berjalan sesuai rencana. Kerja di pertanian itu detail hari per hari, bukan hanya sekadar angka. Kalau tidak turun ke lapangan, kita tidak tahu persoalan sebenarnya,” jelasnya.
Andi mengaku terkejut saat mengetahui Sigi dengan lahan seluas lebih dari 16 ribu hektare hanya memiliki satu combine harvester. Menurutnya, minimal dibutuhkan lima hingga sepuluh combine agar proses tanam dan panen bisa berjalan optimal.
“Saya kaget mendengar Sigi hanya punya satu combine. Minimal harus ada lima sampai sepuluh combine agar petani bisa bekerja lebih cepat. Itu sebabnya saya ingin memastikan tambahan alsintan masuk ke sini,” tegasnya lagi.
Di akhir kunjungan, Andi menegaskan Kementan akan selalu mendukung upaya peningkatan produksi pangan di daerah, selama ada komitmen nyata dari pemerintah daerah dan masyarakat.
“Harapan Pak Menteri jelas, luas tambah tanam dan produksi harus meningkat agar kita tidak bergantung pada impor. InsyaAllah, apa pun yang bisa membantu Sulawesi Tengah akan saya sampaikan ke beliau. Dengan dukungan alsintan dan pendampingan penyuluh, saya yakin Sigi bisa tumbuh menjadi lumbung pangan andalan,” pungkasnya. (*)






