JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Direktur RSUD Tora Belo, dr. Diah Ratnaningsih, menegaskan bahwa rumah sakit terus berbenah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, modern, dan berkualitas bagi masyarakat.
Ia menyampaikan, meski usianya baru 11 tahun, RSUD Tora Belo sedang berada pada fase pertumbuhan yang sangat dinamis dan strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan di Kabupaten Sigi dan wilayah sekitarnya.
“Usia 11 tahun masih masa pertumbuhan. Kami terus memperbaiki diri dan berkomitmen menjadikan RS Tora Belo sebagai kebanggaan masyarakat Sigi dan pusat rujukan utama,” ujarnya.
Memasuki usia ke-11, RSUD Tora Belo menargetkan menjadi rumah sakit pengampu untuk layanan prioritas nasional KJS pada tahun 2026.
Pengembangan ini mendapat dukungan besar dari Kementerian Kesehatan, berupa bantuan alat kesehatan senilai Rp40 miliar yang dialokasikan khusus untuk memperkuat layanan kanker, jantung, stroke, serta neurointervensi.
Dengan dukungan tersebut, RSUD Tora Belo berharap dapat melakukan operasi jantung di daerah, sehingga pasien tidak lagi harus dirujuk jauh ke Makassar maupun Palu.
Untuk mendukung layanan kanker, RSUD Tora Belo kini memiliki laboratorium Cytotox yang mampu meracik obat kemoterapi secara mandiri.
Selain itu, rumah sakit telah menangani operasi tumor dan kanker, dan ke depan akan dilengkapi dengan berbagai layanan terapi lanjutan sesuai standar penanganan onkologi nasional.
dr. Diah menegaskan bahwa peningkatan kualitas tenaga medis menjadi prioritas utama.
Saat ini, RSUD Tora Belo telah memiliki dokter spesialis jantung, dokter bedah onkologi, serta tenaga ahli untuk layanan neurointervensi pada pasien stroke.
“Tahun depan, rumah sakit berencana membuka poli jantung dan poli penyakit dalam yang berfokus pada layanan kanker sebagai bagian dari penguatan SDM dan fasilitas,” katanya.
Sebagai upaya peningkatan mutu layanan, RSUD Tora Belo baru-baru ini meraih peringkat pertama ISO Farmasi se-Sulawesi Tengah, berkat tata kelola farmasi yang dinilai paling tertib dan profesional.
Tidak hanya itu, rumah sakit ini juga menjadi pelopor penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Sulawesi Tengah, mulai dari layanan rawat jalan hingga rawat inap.
Penerapan sistem ini diyakini mampu mempercepat pelayanan serta meningkatkan akurasi data medis pasien.
Meski banyak kemajuan, dr. Diah mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam penerapan Sistem Rujukan Terintegrasi Nasional (SISRUTE).
Kondisi geografis Kabupaten Sigi yang bergunung-gunung membuat jaringan internet tidak stabil, sehingga proses rujukan digital kerap terganggu.
“Jika jaringan tidak memungkinkan dan SISRUTE tidak bisa digunakan, kami memberi kelonggaran dengan menerima rujukan langsung melalui IGD,” jelasnya.
Menutup penyampaiannya, dr. Diah mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat serta memanfaatkan berbagai pelayanan yang semakin lengkap di RSUD Tora Belo.
“Mari menerapkan pola hidup sehat dengan banyak konsumsi sayur dan buah. Jika ada keluhan kesehatan, percayakan pengobatan di RS Tora Belo. Rumah sakit ini menjadi rujukan bagi Palu dan kabupaten lain. Kami terus berbenah demi kenyamanan dan kepuasan pasien,” tutupnya. (*)






