JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Video seorang pasien yang terpaksa dibopong keluarganya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo, Kabupaten Sigi, viral di media sosial dan menuai sorotan publik. Peristiwa yang diduga terjadi akibat keterbatasan fasilitas kursi roda itu langsung mendapat respons cepat dari Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Yansen Pongi.
Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, Wakil Bupati Sigi pada Rabu (14/1/2025) siang turun langsung ke RSUD Torabelo untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan sebagaimana mestinya serta mencegah kejadian serupa terulang.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa insiden pasien dibopong karena keterbatasan fasilitas tidak boleh kembali terjadi di rumah sakit milik pemerintah daerah.
“Hal seperti ini tidak boleh terulang. Saya bersama Bupati Rizal dipilih oleh masyarakat, maka masyarakatlah yang harus menjadi prioritas pelayanan. Kita ada di sini karena masyarakat,” tegasnya.
Saat meninjau pelayanan poliklinik RSUD Torabelo pada siang hari, Wakil Bupati mengaku terkejut karena tidak menemukan petugas yang berjaga di loket poli.
“Kami baru tiba dan melihat langsung layanan poli, tetapi sudah tutup dan tidak ada petugas yang berjaga,” ujarnya dalam sebuah video yang diunggah di media sosial.
Ia pun menegaskan kepada penanggung jawab pelayanan agar tidak menjalankan tugas secara semaunya. Menurutnya, pelayanan rumah sakit tidak boleh kosong dan harus selalu ada petugas yang siaga demi memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Wakil Bupati kembali menekankan kepada jajaran manajemen RSUD Torabelo agar pelayanan kesehatan diberikan secara maksimal, cepat, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sigi.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Torabelo Sigi, dr. Rany Malatantri Lamadjido, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan kronologi internal, pasien sebenarnya telah dibantu oleh petugas untuk dicarikan kursi roda.
Namun, karena pihak keluarga tidak sabar menunggu, pasien akhirnya digendong dibopong langsung menuju poliklinik.
“Kami sudah menelusuri kejadian ini. Insyaallah segera kami perbaiki. Ke depan akan ada petugas yang standby di loket untuk mendistribusikan kursi roda. Ini menjadi pelajaran bagi kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan Humas RSUD Torabelo, Aminuddin Beta. Ia menjelaskan bahwa pada Selasa (13/1/2025), jumlah kunjungan rawat jalan tercatat sebanyak 207 pasien, sementara jumlah kursi roda yang terdata dalam aplikasi ASPAK RS sebanyak 21 unit yang tersebar di sejumlah ruang rawat inap.
Menurut informasi petugas loket pendaftaran, saat kejadian hanya tersedia empat unit kursi roda di poliklinik dan seluruhnya sedang digunakan oleh pasien fisioterapi.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Direktur RSUD Torabelo langsung memerintahkan pengadaan tiga unit kursi roda tambahan yang akan ditempatkan khusus di poliklinik. Selain itu, pihak rumah sakit juga mengusulkan pengadaan puluhan kursi roda melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026, yang telah disetujui.
Aminuddin juga menjelaskan bahwa jam operasional pelayanan poliklinik dan unit layanan lainnya dibuka mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WITA selama enam hari kerja, dan khusus hari Jumat hingga pukul 11.30 WITA.
Sementara itu, jam operasional manajemen berlangsung mulai pukul 08.00 WITA (apel pagi) hingga pukul 16.00 WITA selama lima hari kerja, dan khusus hari Jumat hingga pukul 17.00 WITA. (Ngel)






