JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pembagian 1.000 paket sembako kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Bupati Sigi tersebut dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta ribuan warga. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di bulan suci Ramadan.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengawali sambutannya dengan doa agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Sigi.
“Semoga puasa tahun ini memberikan berkah kepada Sigi yang kita cintai ini. Amin. Salawat dan salam kepada Nabi Besar Muhammad SAW,” ucapnya.
Menurut Anwar, Sigi merupakan daerah istimewa yang memiliki peran strategis sebagai penopang ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Palu.
“Kalau ada yang bilang Jogja istimewa, maka bagi saya Sigi juga istimewa,” katanya disambut tepuk tangan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia secara terbuka memuji kepemimpinan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae bersama wakilnya yang dinilai bekerja tanpa mengenal waktu demi kepentingan rakyat.
“Saya saksikan sendiri, Bupati dan Wakil Bupati ini tidak kenal waktu berjuang untuk Sigi. Bahkan kalau ke Jakarta, kadang sudah hilang ‘bupatinya’, ke sana kemari mencari peluang dan anggaran untuk daerahnya,” ujarnya.
Anwar menegaskan, keberanian dan kegigihan adalah karakter utama seorang pemimpin. Dalam berbagai forum pertemuan bupati, Rizal disebutnya sebagai sosok yang berani menyuarakan kepentingan daerah.
“Pemimpin itu memang harus berani. Kalau berani, insya Allah rakyatnya maju,” tegasnya.
Tak hanya memberikan dukungan moral, Gubernur juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah dan akan berjalan di Sigi. Di antaranya pembukaan akses jalan Lembah Tongo–Sausu yang menghubungkan wilayah timur hingga Palolo dan tembus ke Palu. Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan akses tersebut dapat dilalui dengan baik.
Selain itu, pembangunan jalan Kalukubula–Gimpu juga menjadi prioritas. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Anwar memastikan komitmennya untuk merealisasikan program tersebut.
“Tidak usah tanya dari mana anggarannya. Yang penting jadi. Itulah tugas pemimpin,” ujarnya.
Di sektor perumahan, Sigi juga akan mendapat program penanganan kawasan kumuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan. Program ini diharapkan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan.
Menurut Anwar, salah satu penyumbang terbesar angka kemiskinan secara agregat adalah persoalan rumah tidak layak huni. Karena itu, mulai 2027 ia meminta seluruh daerah di Sulawesi Tengah fokus pada perbaikan rumah rakyat.
“Kalau rumah rakyat kita perbaiki, insya Allah agregat kemiskinan akan turun lagi,” jelasnya.
Ia pun mengaku bangga melihat Bupati Sigi turun langsung mengecek rumah warga yang tidak layak huni.
“Saya lihat sendiri Bupati dan istrinya turun satu per satu. Satu jiwa dengan saya dalam hal ini,” katanya.
Di akhir sambutannya, Anwar memohon doa masyarakat agar dirinya bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta Bupati dan Wakil Bupati Sigi, diberi kekuatan dan istiqomah dalam menjalankan amanah.
“Doakan kami supaya kuat dan tetap istiqomah dalam membangun daerah ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungan serta bantuan 1.000 paket sembako bagi masyarakat Sigi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sigi dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan 1.000 paket sembako ini. Ini sangat berarti bagi warga kami, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan,” ujarnya.
Rizal berharap sinergi antara Pemkab Sigi dan Pemprov Sulteng terus terjalin kuat, sehingga program pembangunan dan bantuan sosial semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama, dengan harapan kebersamaan tersebut semakin memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. (*)






