JOURNALRAKYAT.COM, PALU – Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Sulawesi Tengah, Mohamad Irwan Lapatta, menegaskan bahwa SATRIA tidak hanya dibentuk sebagai organisasi sayap politik Partai Gerindra, tetapi juga hadir untuk bergerak di bidang advokasi masyarakat dan kebencanaan.
Hal itu disampaikan Irwan saat kegiatan Temu SATRIA Sulteng bertema “Bergerak Bersama Mewujudkan Indonesia Raya” yang berlangsung di Gedung Jodjokodi Convention Center (JCC), Kota Palu, Rabu (20/5/2026).
Menurut Irwan, SATRIA memiliki peran sosial yang harus dirasakan langsung masyarakat, terutama dalam membantu kelompok kecil yang membutuhkan pendampingan hukum maupun saat terjadi bencana alam.
“Yang paling terakhir yang sudah dibangun oleh SATRIA yakni ada beberapa poin. Pertama berkaitan dengan advokasi. SATRIA juga bergerak di bidang advokasi, tentunya berkaitan dengan kepentingan orang-orang kecil khususnya di ruang-ruang hukum,” ujar Irwan.

Selain advokasi, SATRIA juga disebut akan aktif dalam kegiatan kebencanaan dan sosial kemasyarakatan di Sulawesi Tengah.
“Yang kedua juga kami bergerak di ruang kebencanaan, di mana SATRIA bisa turun langsung ke bawah misalnya saat terjadi banjir dan bencana lainnya, termasuk di ruang-ruang sosial,” katanya.
Irwan mengatakan, setelah seluruh struktur organisasi SATRIA di kabupaten dan kota terbentuk, pihaknya akan mulai menyusun program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, penguatan kelembagaan SATRIA saat ini terus dilakukan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah. Beberapa kabupaten/kota yang sedang dalam proses pembentukan kepengurusan di antaranya Donggala, Tojo Una-Una, Parigi Moutong, Poso, Banggai, Banggai Laut, hingga Morowali.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan kelembagaan karena pengurus SATRIA Sulteng sudah terbentuk dan telah memiliki SK. Setelah semua terbentuk, kami akan terus bergerak dan berkoordinasi,” jelas mantan Bupati Sigi dua periode itu.

Ia menambahkan, konsolidasi SATRIA juga merupakan tindak lanjut hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Gerindra yang menargetkan kemenangan partai pada pemilihan legislatif, pemilihan presiden, hingga pemilihan kepala daerah.
“Harapannya tidak hanya menjadi slogan atau tagline, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Irwan juga menjelaskan komposisi kepengurusan SATRIA yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga komunitas pencak silat.
“Ada teman-teman aktivis, mahasiswa, Forum Pemuda Kaili, pengurus partai, hingga perguruan pencak silat yang kami satukan menjadi kekuatan bersama,” ujarnya.
Ia optimistis seluruh elemen tersebut dapat memperkuat kerja organisasi sekaligus mendukung target politik Partai Gerindra di Sulawesi Tengah.
Kegiatan Temu SATRIA Sulteng dihadiri ribuan simpatisan dari Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Donggala. Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan hiburan dan pembagian doorprize bagi peserta yang hadir.

Turut hadir Dewan Pembina SATRIA Sulteng Rusdy Mastura, perwakilan Ketua DPD Gerindra Sulteng Longki Djanggola, Alimuddin Paada, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, pengurus DPD Gerindra, serta Sekretaris Umum SATRIA Sulteng, Nizar Rahmatu.
Sekadar informasi, pelantikan pengurus SATRIA Sulawesi Tengah dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang. (*)






