Groundbreaking Jalan Palu-Kulawi Dimulai, Bupati Sigi Sebut Akses Ekonomi hingga Wilayah Terpencil Akan Semakin Terbuka

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menghadiri groundbreaking rekonstruksi Ruas Jalan Palu-Kulawi di Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Minggu (7/6/2026). Pembangunan jalan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Sigi. (FOTO: JOURNALRAKYAT.COM)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Harapan masyarakat Kabupaten Sigi untuk menikmati infrastruktur jalan yang lebih baik mulai terwujud. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Sigi resmi melakukan groundbreaking rekonstruksi Ruas Jalan Palu-Kulawi dalam Program Berani Lancar yang dipusatkan di Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Minggu (7/6/2026).

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyambut dimulainya pekerjaan tersebut dengan penuh optimisme. Menurutnya, rekonstruksi Jalan Palu-Kulawi atau yang dikenal sebagai jalur Kalukubula-Gimpu merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang telah lama dinantikan.

Bacaan Lainnya

“Hari ini saya sangat berbahagia karena rekonstruksi Jalan Palu-Kulawi akhirnya terwujud. Groundbreaking ini menjadi penanda dimulainya pekerjaan yang telah lama dinantikan masyarakat,” ujar Rizal.

Ia mengatakan Program Berani Lancar yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menjadi jawaban atas berbagai aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan provinsi yang masih mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Menurut Rizal, pembangunan infrastruktur tersebut akan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sigi.

“Jalan yang baik bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperlancar distribusi hasil produksi, dan mempercepat kemajuan daerah,” katanya.

Dalam program tersebut, Kabupaten Sigi menjadi salah satu daerah yang mendapatkan porsi pembangunan infrastruktur cukup besar. Selain rekonstruksi Jalan Palu-Kulawi, sejumlah ruas strategis lainnya juga akan ditangani secara bertahap.

Untuk ruas Jalan Palu-Kulawi yang juga mencakup Jalan Guru Tua dan Jalan Habib Aljufri menuju Tulo-Simoro, panjang ruas tercatat mencapai 66,40 kilometer. Ruas tersebut didominasi jalan beraspal dengan kondisi sedang sepanjang 21,76 kilometer, sementara kondisi tidak mantap terdiri atas 3,70 kilometer rusak ringan dan 6 kilometer rusak berat.

Pemerintah menargetkan penanganan sepanjang 23 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp64,17 miliar. Ruas ini merupakan jalur utama yang menghubungkan Kota Palu dengan wilayah Dolo, Kulawi hingga daerah-daerah pegunungan di Kabupaten Sigi. Selain menjadi akses mobilitas masyarakat, ruas tersebut juga melintasi kawasan persawahan yang menopang aktivitas ekonomi warga.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga akan melakukan rehabilitasi Jalan Palupi-Bangga dengan target penanganan sepanjang 0,28 kilometer. Ruas ini melintasi Kelurahan Palupi, Desa Sibuno, Desa Pewunu, Desa Kaleke, Desa Rarampadende, Desa Luku, Desa Pesaku, Desa Bobo, Desa Rogo, Desa Sambo hingga Desa Bangga. Jalan tersebut juga menjadi akses penting menuju wilayah perbatasan Sulawesi Selatan.

Di Kecamatan Lindu, pemerintah turut melaksanakan pembangunan Jalan Lingkar Danau Lindu dengan target penanganan sepanjang 0,3 kilometer. Ruas jalan ini melintasi Desa Tomado, Desa Anca, Desa Langko, Desa Puroo dan Desa Olu. Kehadiran jalan tersebut diharapkan semakin membuka akses wisata, memperkuat konektivitas antardesa, serta mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat di kawasan Danau Lindu.

Sementara itu, rekonstruksi Jalan Lemban-Tongoa di Kecamatan Palolo juga masuk dalam daftar prioritas dengan target penanganan sepanjang 0,77 kilometer. Ruas ini memiliki panjang jalan eksisting sekitar 29,75 kilometer dan menghubungkan Desa Lemban, Desa Bahagia, Desa Bunga hingga Desa Tongoa yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas masyarakat.

Pemerintah juga akan melakukan rehabilitasi Jalan Biromaru-Palolo dengan target penanganan sepanjang 0,9 kilometer. Ruas tersebut melintasi Desa Kalukubula, Mpanau, Bora, Sidera, Jono Oge, Soulowe, Pombewe, Pakuli, Pakuli Utara, Pandere, Sejahtera, Makmur, Berdikari, Sintuwu, Tongoa hingga Lemban Tongoa.

Tidak hanya itu, rehabilitasi Jalan Sausu Manggalapi-Tongoa sepanjang 18 kilometer juga akan dikerjakan. Jalan ini menghubungkan wilayah Kabupaten Parigi Moutong dengan Kabupaten Sigi melalui Desa Salubanga, Desa Sausu Trans, Desa Rejeki hingga Dusun Tokelemo di Desa Lemban Tongoa.

Salah satu proyek strategis lainnya adalah rehabilitasi Jalan Gimpu-Gintu dengan target penanganan sepanjang 3,8 kilometer. Ruas sepanjang 49,91 kilometer tersebut saat ini masih berupa jalan tanah dan seluruhnya berada dalam kondisi rusak berat.

Jalan Gimpu-Gintu menghubungkan Desa Gimpu, Desa Moa, Desa Tuare dan Desa Gintu. Jalur ini merupakan koridor strategis yang menghubungkan Kecamatan Kulawi Selatan dengan Kecamatan Pipikoro sekaligus menjadi akses menuju wilayah perbatasan Sulawesi Selatan.

Bupati Rizal berharap seluruh program pembangunan infrastruktur yang masuk ke Kabupaten Sigi dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan jalan bukan hanya tentang memperbaiki akses transportasi, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru, memperluas pelayanan publik, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.

“Kami optimistis pembangunan ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi fondasi penting bagi kemajuan Kabupaten Sigi di masa mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang dijalankan pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Menurutnya, jalan dan jembatan yang dibangun harus mampu memberikan manfaat nyata bagi rakyat, terutama dalam memperlancar akses transportasi, distribusi hasil pertanian, serta membuka keterisolasian wilayah.

“Kalau ada jalan provinsi yang rusak, itu tanggung jawab gubernur. Karena itu saya tidak mau di akhir masa jabatan nanti masih ada jalan provinsi yang berlubang dan tidak layak digunakan masyarakat,” tegas Anwar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi seluruh proses pembangunan agar kualitas pekerjaan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran rakyat harus terbuka terhadap pengawasan publik sehingga hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Melalui Program Berani Lancar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi, penurunan biaya logistik antarwilayah, pembukaan akses daerah terpencil, serta penguatan konektivitas yang akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Sigi, dalam beberapa tahun mendatang. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *