Bupati Morowali Tawarkan Solusi Karamba untuk Hentikan Bom Ikan

Bupati Morowali Tawarkan Solusi Karamba untuk Hentikan Bom Ikan. (Foto/Ist)

JOURNALRAKYAT.COM, MOROWALI – Morowali menghadapi tantangan serius di sektor perikanan akibat praktik penangkapan ikan menggunakan bom.

Menyadari dampak buruknya terhadap ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya perikanan, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Rauf, menekankan pendekatan edukasi serta penerapan program perikanan berkelanjutan sebagai solusi utama.

Bacaan Lainnya

“Bagaimana cara menghentikan orang menangkap ikan dengan bom? Kita tangkap? Tidak mungkin. Memang melanggar undang-undang, tapi kalau kita hentikan tanpa solusi, bagaimana nasib mereka nanti? Maka dari itu, kami fokus pada edukasi,” ujar Iksan melalui keterangan tertulisnya yang di terima Journalrakyat.com, Jumat (28/3/2025).

Ia menegaskan bahwa praktik bom ikan tidak hanya merusak lingkungan laut tetapi juga mengancam mata pencaharian nelayan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai dampak negatif dari metode destruktif tersebut.

Sebagai solusi, Iksan mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan karamba sebagai alternatif budidaya ikan yang lebih ramah lingkungan.

“Menangkap ikan dengan bom bukan solusi. Kami sudah menyiapkan karamba. Pemerintah membuka lapangan kerja baru agar nelayan tetap bisa melaut tanpa merusak lingkungan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa karamba ini telah sesuai prosedur dan menawarkan manfaat jangka panjang.

“Cukup diisi bibit, diberi makan, dan dikelola dengan baik. Bahkan jika tidak diberi makan selama satu minggu, ikan masih bisa bertahan hidup di laut, jadi risikonya lebih kecil,” tambahnya.

Sebagai mantan nelayan, Iksan optimistis pendekatan ini dapat mengubah pola pikir masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Dengan kerja sama semua pihak, ia yakin permasalahan perikanan di Morowali dapat diatasi tanpa harus merugikan ekosistem maupun kehidupan nelayan. (Angel)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *