Dari Doa Panjang ke Jalan Baru, Cerita dari Desa Lonca

Suasana kegiatan ground breaking pembangunan ruas jalan Boladangko–Banggaiba di Desa Lonca, Kecamatan Kulawi. (Foto/Journalrakyat)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Di sebuah desa yang dulu hanya terhubung oleh jalan setapak, kebahagiaan kini hadir dalam bentuk jalan yang mulai terbuka. Warga Desa Lonca menyambutnya dengan senyum, haru, bahkan air mata sebuah momen yang bagi mereka adalah jawaban atas doa panjang generasi sebelumnya.

Suasana itu terlihat jelas saat kegiatan ground breaking pengembangan ruas jalan Boladangko hingga Banggaiba digelar di Lapangan Desa Lonca, Kecamatan Kulawi pada Kamis, (2/4/2026) siang.

Meski pembangunan jalan tersebut belum sepenuhnya rampung dan masih dalam beberapa tahap-tahapan pasca pembukaan lahan dan peluasan antusiasme masyarakat begitu tinggi menyambut perubahan yang telah lama dinantikan.

Tak hanya orang dewasa, kebahagiaan juga terpancar dari wajah anak-anak. Senyum ceria bahkan tak mampu menahan haru saat beberapa di antara mereka membacakan puisi tentang arti penting jalan bagi kehidupan mereka mulai dari kemudahan akses menuju pendidikan, menjual hasil bumi hingga terbukanya akses keluar dari keterisolasian.

Kepala Desa Lonca, Yarni Ijo, mengaku momen tersebut menjadi kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia menyebut kehadiran pemerintah dan dimulainya pembangunan jalan merupakan jawaban atas doa panjang masyarakat.

“Pada siang hari ini, kami selaku pemerintah desa bersama seluruh warga sangat berbahagia dengan kehadiran pemerintah provinsi Sulawesi Tengah dan Pemda Sigi yang datang langsung melihat kondisi kami di Desa Lonca,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan ruas jalan Boladangko–Banggaiba bukan sekadar proyek, melainkan wujud nyata dari harapan yang telah dipanjatkan sejak generasi terdahulu.

“Kalau saya mau sampaikan terus terang, ini merupakan salah satu doa dari orang-orang tua kami yang dahulu,” katanya.

Ia menceritakan bagaimana selama bertahun-tahun masyarakat harus melewati jalan sempit yang bahkan hanya bisa dilalui satu sepeda motor.

“Dulu akses jalan hanya bisa dilewati satu motor saja, jalannya sangat kecil dan itu sudah dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun. Sekarang akhirnya ada perubahan,” jelasnya.

Dengan suara bergetar menahan haru, Yarni juga mengisahkan pengalamannya saat meninjau langsung pekerjaan jalan yang kini mulai terbuka.

“Beberapa waktu lalu saya turun langsung melihat pekerjaan jalan. Sambil melihat, saya berpikir, betul tidak ini jalan? Ternyata semua yang kita harapkan bertahun-tahun sudah menjadi kenyataan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan ini menjadi berkah besar bagi masyarakat, hasil kolaborasi pemerintah dan pihak perusahaan melalui program CSR.

“Kami menganggap semua ini adalah berkat yang kami terima, lewat Bapak Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Sigi beserta wakilnya, dan lebih khusus pihak perusahaan yang sudah melaksanakan proyek ini,” ucapnya.

Dalam prosesnya, masyarakat Desa Lonca juga menunjukkan dukungan penuh. Sekitar 60 warga secara sukarela menyerahkan lahannya untuk pembukaan jalan tanpa menuntut ganti rugi.

“Ada kurang lebih 60 orang yang membuat surat pernyataan memberikan lahannya tanpa menuntut ganti rugi. Saya menjadi jaminannya, semua dengan ikhlas merelakan tanahnya untuk pembangunan jalan,” tegasnya.

Ia berharap semangat tersebut bisa diikuti desa lain demi kepentingan bersama.

“Kami berharap desa-desa lainnya juga dapat melakukan hal yang sama untuk kepentingan kita bersama,” tambahnya.

Selain itu, pihak desa juga menyampaikan harapan kepada pemerintah, khususnya terkait kebutuhan ambulans.

“Selama ini kalau ada warga sakit, kami harus mengantar menggunakan mobil open cup,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi program pendidikan dari pemerintah provinsi.

“Dengan program bapak gubernur ‘Berani Cerdas’, anak-anak kami sekarang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menegaskan bahwa pembangunan jalan ini menjadi langkah penting dalam membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur jalan merupakan prioritas untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar,” ujarnya.

Ia berharap proyek tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Senada, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut pembangunan jalan ini merupakan bagian dari investasi besar yang akan mendorong pengembangan kawasan industri berbasis energi hijau di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, sebelum pembangunan PLTA dilakukan, pihak investor melalui CSR telah membuka akses jalan sepanjang 65 kilometer dengan lebar 10 meter.

“Ini luar biasa, sebelum mereka membangun PLTA, melalui CSR mereka membuka jalan sepanjang 65 kilometer. Ini akan membuka akses wilayah yang sebelumnya terisolasi,” kata Anwar.

Ia juga menyebut terbukanya akses hingga Desa Lonca sebagai kemajuan besar yang patut disyukuri.

“Mobil sudah bisa tembus Desa Lonca. Ini saya anggap sebagai hadiah ulang tahun untuk Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Ia menambahkan, proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 1,5 tahun, sehingga pada 2027 masyarakat sudah dapat menikmati akses jalan yang lebih memadai hingga ke Banggaiba.

“Diharapkan pengerjaan ini bisa selesai 1,5 tahun, nanti saya tahun 2027 sudah bisa jalan darat ke Banggaiba,” tuturnya.

Mengakhiri kegiatan, pemerintah dan masyarakat berharap pembangunan jalan ini dapat terus berlanjut hingga tuntas, membawa perubahan nyata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kulawi dan sekitarnya.

Sekedar informasi, turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Muhidin M. Said, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, anggota DPRD Kabupaten Sigi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Sigi. (Ngel)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *