JOURNALRAKYAT.COM, PALU — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah kembali memperkuat literasi penyiaran di kalangan pelajar melalui program School to School.
Program tersebut menyasar peserta didik tingkat SMA dan sederajat di Kota Palu, melalui kolaborasi bersama Honda Anugerah Perdana.
Hingga Jumat (21/8/2026), kegiatan literasi penyiaran telah dilaksanakan di tiga sekolah. Setelah digelar di SMA Negeri 2 Palu pada Jumat, kegiatan serupa sebelumnya berlangsung di SMK Negeri 2 Palu dan MA Negeri 1 Palu pada Rabu-Kamis (19-20/8/2026).
Komisioner KPID Sulteng, Mita Meinansi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada pelajar mengenai penyiaran, termasuk kewenangan KPI dan KPID serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS).
“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dasar tentang penyiaran, kewenangan KPI dan KPID, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran atau P3-SPS, agar anak-anak atau remaja lebih bijak dalam menggunakan media dan internet,” ujar Mita.
Menurut Mita, meskipun televisi dan radio mulai ditinggalkan sebagian masyarakat seiring berkembangnya media digital, kedua media tersebut masih memiliki peran penting sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya.
Ia menyebut televisi dan radio dapat menjadi salah satu rujukan masyarakat untuk memperoleh informasi yang terhindar dari kabar palsu atau hoaks.
Mita menjelaskan, kewenangan KPID dalam melakukan pengawasan terhadap isi siaran televisi dan radio merupakan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
Regulasi tersebut menjadi payung hukum bagi KPI Pusat maupun KPID dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyiaran.
“Kami sampaikan juga kepada peserta literasi, bahwa untuk memverifikasi kebenaran informasi atau berita, juga bisa dilakukan melalui media massa cetak atau online. Tetapi karena regulasi kami yang membatasi hanya pada perangkat penerima siaran dengan menggunakan spektrum frekuensi radio, maka kami hanya bisa menyebut televisi dan radio,” jelasnya.
Selain Mita Meinansi, Komisioner KPID Sulteng sekaligus Koordinator Bidang PKSP, Muhammad Faras Muhadzdzib Lembah, turut memberikan materi kepada para pelajar.
Ia mengatakan program School to School menjadi salah satu upaya KPID Sulteng mengajak generasi muda agar lebih bijak dalam memilah, menyaring, dan menggunakan informasi yang diperoleh dari berbagai media.
Menurut Faras, edukasi mengenai penyiaran penting diberikan kepada pelajar yang berada pada usia remaja. Pemahaman mengenai P3-SPS diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam mengonsumsi informasi dan menggunakan media secara bijak.
“Tujuannya bagaimana pemahaman mengenai P3SPS bisa disampaikan secara langsung, terutama kepada para pelajar,” kata Faras.
Sementara itu, Instruktur Keselamatan Berkendara CV Anugerah Perdana, Yusman, mengatakan pihaknya merasa bangga dapat bermitra dengan KPID Sulteng dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah awal dalam mendukung terwujudnya target Zero Accident pada 2030.
“Besar harapan kami kolaborasi ini terus berjalan, sehingga apa yang diinginkan bisa tercapai,” kata Yusman.
Ia menjelaskan, kampanye keselamatan berkendara menjadi salah satu fokus utama Honda Anugerah Perdana melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan mengusung slogan #Cari_Aman.
Dengan tema #Jago Cari Aman Biar Happy, Yusman turut memberikan edukasi mengenai cara berkendara yang aman kepada para pelajar. Dalam kegiatan tersebut, Honda Anugerah Perdana juga menggandeng Satlantas Polresta Palu sebagai mitra dalam kampanye keselamatan berkendara.
Selain edukasi, kegiatan School to School juga dirangkaikan dengan sejumlah aktivitas luar ruang, seperti pameran, layanan servis dengan harga khusus, serta berbagai perlombaan.
Sejumlah perlombaan yang digelar di antaranya Mobile Legends, School Performance, dan Riding Experience yang dilaksanakan di setiap sekolah lokasi kegiatan. (***)






