Sigi Peringkat Dua Kasus Narkoba, Muhidin Dorong AMPG Terjun Langsung Edukasi Pemuda

Muhyiddin Muhammad Said saat dialog bersama milenial di Sigi dan memintapresentation AMPG turun ke generasi muda untuk mencegah narkoba. (Foto/ist)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tengah, Muhidin Muhammad Said, menyoroti serius persoalan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sigi saat menggelar reses dan dialog bersama kaum milenial, Rabu (4/3/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan generasi muda tersebut, Muhidin secara tegas mengingatkan agar anak-anak muda tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun.

“Saya mendapat informasi dari Bupati bahwa Kabupaten Sigi termasuk peringkat kedua kasus narkotika. Ini sangat memprihatinkan. Saya minta anak-anakku semua, jangan pernah terlibat. Sekali mencoba, masa depan bisa rusak,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan cita-cita dan kehidupan sosial generasi muda.

“Jangan berpikir hanya coba-coba. Justru dari coba-coba itu muncul ketergantungan. Kalau sudah terkontaminasi narkoba, sangat sulit untuk pulih sepenuhnya. Masa depan kalian bisa habis,” ujarnya.

Muhidin juga meminta para milenial berani melaporkan jika mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

“Kalau ada yang melakukan hal seperti itu, laporkan kepada pemerintah daerah atau kepolisian. Jangan takut. Kita harus selamatkan generasi kita,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan organisasi kepemudaan.

Dalam kesempatan itu, Muhidin secara khusus meminta peran aktif Ketua Umum Angkatan Muda Partai Gulkar (AMPG) Kabupaten Sigi, Fadlu Rahman Intjenae, untuk ikut menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan narkoba di kalangan pemuda.

“Saya minta kepada Ketua AMPG Kabupaten Sigi agar terus menggerakkan anak-anak muda melakukan kegiatan positif dan menjadi pelopor anti-narkoba. Organisasi kepemudaan harus hadir memberi edukasi dan pendampingan,” tegasnya.

Menurutnya, organisasi kepemudaan seperti AMPG memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran kolektif generasi muda agar menjauhi narkoba dan fokus pada pendidikan, kreativitas, serta kewirausahaan.

Muhidin berharap Pemerintah Kabupaten Sigi juga terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen, termasuk organisasi kepemudaan, untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika.

“Kita harus bergerak bersama. Pemerintah daerah, aparat, organisasi pemuda, dan masyarakat harus satu langkah. Kalau kita kompak, saya yakin Sigi bisa keluar dari persoalan ini. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, dari keluarga dan sekolah,” tambahnya.

Ia menuturkan , DPR RI siap mendukung melalui kebijakan dan penganggaran di tingkat pusat, namun pengawasan dan pembinaan di daerah tetap menjadi kunci utama.

Ia pun berharap generasi muda Kabupaten Sigi mampu menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba dan menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kalian adalah generasi penerus. Jangan sia-siakan masa depan. Saya ingin Sigi dikenal karena prestasi anak mudanya, bukan karena kasus narkoba,” pungkasnya.

Selain narkoba, ia juga mengingatkan bahaya pinjaman online ilegal yang dapat menjerat anak muda dalam persoalan hukum dan tekanan finansial. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *