JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Penetapan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sigi bersama Sekretaris Dinas sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dalam jabatan dan gratifikasi proyek olahan pakan tahun anggaran 2023–2024 memunculkan persoalan baru di tubuh birokrasi daerah.
Kondisi tersebut menyebabkan kekosongan pada posisi pimpinan di Disnakeswan Sigi dan mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Sigi.
Legislator Komisi II DPRD Sigi, Abdul Rifai Arif, mendesak Pemerintah Kabupaten Sigi agar segera mengambil langkah cepat dengan menunjuk pejabat pengganti guna menjaga stabilitas pelayanan dan administrasi pemerintahan.
Menurut Rifai, kekosongan jabatan strategis tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menghambat jalannya roda organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan adanya persoalan yang terjadi saat ini, pemerintah daerah sebaiknya segera mengisi kekosongan jabatan tersebut. Jangan sampai terlalu lama dibiarkan kosong,” kata Rifai usai mengikuti rapat paripurna DPRD Sigi, Selasa (2/6/2026).
Politisi PKS itu menilai keberadaan pimpinan definitif maupun pelaksana tugas sangat penting untuk memastikan seluruh program dan kegiatan dinas tetap berjalan sesuai ketentuan.
Ia mengingatkan, tanpa adanya pejabat yang memimpin, berbagai proses administrasi dan pengambilan keputusan di lingkungan dinas berpotensi mengalami kendala.
“Supaya tidak terjadi hambatan administrasi yang bisa mengganggu jalannya pekerjaan dan pelayanan di dinas tersebut,” ujarnya.
Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan, DPRD Sigi, lanjut Rifai, berkepentingan memastikan pelayanan publik tetap berjalan meskipun tengah terjadi persoalan hukum yang menimpa sejumlah pejabat daerah.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak menunda penunjukan pejabat pengganti agar aktivitas perkantoran tetap berjalan normal.
“Kami mengingatkan pemerintah daerah agar kekosongan ini segera diatasi. Tidak perlu berlarut-larut membiarkan jabatan kosong karena akan berdampak pada administrasi dan kinerja perkantoran,” tegasnya.
Rifai berharap Pemkab Sigi segera mengambil keputusan sehingga tidak terjadi kevakuman kepemimpinan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi.
“Yang terpenting sekarang adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Karena itu, kekosongan jabatan tersebut harus segera diisi,” pungkasnya. (**)






