SIGI, JOURNALRAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berencana membentuk Koperasi Desa Merah Putih di seluruh 167 desa yang ada di wilayahnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Sigi menggelar sosialisasi tingkat kabupaten yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Rabu (24/4/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh para camat, kepala desa se-Kabupaten Sigi, dinas terkait, serta perwakilan Kementerian Sosial RI yang turut hadir secara daring melalui Zoom Meeting.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dalam arahannya menyampaikan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
“Instruksi ini sangat jelas, bertujuan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan pembangunan dari desa sebagai bagian dari astacita kedua dan keenam, menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Rizal.
Ia menegaskan tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan program ini.
“Hari ini kami mulai mensosialisasikan sistem pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan menyasar 80 ribu desa dan kelurahan di Indonesia, termasuk 167 desa di Kabupaten Sigi,” jelasnya.
Menurut Rizal, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) nantinya akan menjadi bagian dari Koperasi Merah Putih. Meski secara regulasi BUMDes dan koperasi adalah entitas berbeda, dalam implementasinya, koperasi akan menaungi BUMDes dengan berbagai jenis kegiatan, terutama yang berbasis pertanian.
“Kami di Sigi kemungkinan besar akan fokus pada koperasi pertanian untuk menunjang visi dan misi kami dalam pembangunan sektor ini,” tambahnya.
Launching resmi Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sigi direncanakan pada 12 Juni 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi.
Ia mengatakan Pendanaan koperasi ini dirancang bersumber dari APBD, APBN, dan APBDes.
“Kami berharap pendanaan dari APBN dapat diperkuat, karna anggaran daerah terbatas. Maka dari itu, perlu kolaborasi lintas sektor dan sinergi semua pihak,” kata Rizal.
Ia juga mengusulkan pembentukan desa percontohan koperasi sebagai model pengembangan ke depan.
Dalam kesempatan itu, Rizal meminta waktu untuk bertemu Menteri Koperasi guna menyampaikan karakteristik desa-desa di Kabupaten Sigi.
Presiden Prabowo Subianto, lanjut Rizal, mengharapkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi nasional. Pelaksanaannya harus berbasis kerakyatan, sinergis, dan berkomitmen penuh untuk menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa.
Rizal mengingatkan semua pihak untuk tidak bertindak serampangan dan selalu mengacu pada peraturan perundang-undangan.
Ia meminta camat, kepala desa, dan ketua BPD benar-benar menyiapkan masyarakat agar koperasi ini dapat dimanfaatkan maksimal.
“Koperasi Merah Putih yang dibangun dengan skema lintas sektor ini sesuai dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Kami bermimpi koperasi menjadi motor penggerak pertanian dan pariwisata di Sigi pada 2025–2030,” ucap Rizal.
Ia pun mengapresiasi kehadiran Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI yang menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut.
“Saya minta agar semua kepala perangkat daerah dan jajarannya menjalankan petunjuk teknis dengan baik agar tidak terjadi penyimpangan,” tegas Rizal.
Sementara itu, Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menyukseskan program ini.
“Pada prinsipnya kami siap menyukseskan pembentukan Koperasi Merah Putih, tentu dengan melalui berbagai tahapan persiapan yang matang,” tutupnya. (Angel)






