Bupati Sigi Ajak Kades Jadikan Koperasi Merah Putih sebagai Sumber Kemajuan Desa

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menginstruksikan seluruh kepala desa di wilayahnya untuk serius dan bertanggung jawab dalam mengelola Koperasi Desa Merah Putih. (Foto:Angel/Journalrakyat.com)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menginstruksikan seluruh kepala desa di wilayahnya untuk serius dan bertanggung jawab dalam mengelola Koperasi Desa Merah Putih, yang akan segera diluncurkan secara resmi di Kabupaten Sigi pada 12 Juni 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi.

Instruksi tersebut disampaikan saat membuka sosialisasi tingkat kabupaten tentang Koperasi Merah Putih di Aula Kantor Bupati Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Rabu (24/4/2025).

Bacaan Lainnya

“Saya ingin koperasi ini dikelola secara maksimal. Ini bukan koperasi biasa, tapi program strategis nasional sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi dari desa,” ujar Rizal di hadapan para camat dan kepala desa se-Kabupaten Sigi.

Rizal menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan implementasi program Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pembangunan ekonomi kerakyatan yang dimulai dari desa.

“Pesan Presiden Prabowo jelas, koperasi ini harus melibatkan semua pihak, dibangun secara sinergis, dan dampaknya harus nyata bagi masyarakat desa,” katanya.

Ia juga menegaskan agar dalam proses pembangunan dan pengelolaan koperasi, seluruh aparat desa tetap mematuhi aturan perundang-undangan dan mengedepankan akuntabilitas.

“Camat, kades, dan ketua BPD harus mempersiapkan masyarakatnya agar koperasi ini betul-betul dimanfaatkan dan bukan sekadar simbol,” imbuh Rizal.

Selain membahas koperasi, Rizal juga mengingatkan seluruh kepala desa agar tidak lagi bermain-main dalam pengelolaan dana desa.

Ia menegaskan tak ingin menerima laporan masyarakat soal penyalahgunaan anggaran desa.

“Saya tidak mau dengar lagi ada laporan dari masyarakat tentang dana desa yang disalahgunakan. Ayo kita berubah. Ini soal tanggung jawab dan kepercayaan,” tegasnya.

Rizal juga menyayangkan masih adanya desa yang hanya menggunakan anggaran untuk proyek-proyek perbaikan fisik berulang tanpa ada inovasi yang berarti.

“Jangan dari tahun ke tahun hanya itu-itu saja yang dikerjakan. Saya ingin kepala desa punya terobosan, bisa kembangkan potensi lokal, dan hasilnya dirasakan masyarakat,” katanya.

Rizal menyebut, dana desa seharusnya digunakan untuk menurunkan angka kemiskinan dan membuka lapangan kerja, bukan untuk proyek-proyek yang berulang dan tidak memberi dampak nyata.

Ia pun mengingatkan akan turun langsung ke desa-desa tanpa pemberitahuan untuk melihat sejauh mana pengelolaan dana dan perkembangan program desa berjalan.

“Saya akan lakukan sidak. Jangan desa bersih dan aktif hanya saat lomba. Kebersihan dan gotong royong harus jadi budaya setiap hari,” tandasnya.

Di akhir arahannya, Bupati Sigi berharap seluruh kepala desa di Kabupaten Sigi bisa menjadi contoh dalam pengelolaan koperasi dan anggaran desa yang baik, sehingga ke depan Kabupaten Sigi bisa menjadi rujukan nasional dalam pembangunan berbasis desa. (Angel)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *