JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengingatkan bahwa kawasan Danau Lindu tidak boleh hanya terlihat rapi dan bersih saat momen kunjungan pejabat atau pelaksanaan Festival Danau Lindu (FDL).
Penegasan itu disampaikannya saat kunjungan kerja di Kecamatan Lindu, Minggu (5/4/2026), sebagai bagian dari upaya mempersiapkan festival tahunan tersebut. Namun, lebih dari sekadar agenda event, Bupati menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengelola kawasan wisata.
Menurutnya, Lindu harus dibenahi secara menyeluruh dan konsisten agar benar-benar siap menjadi destinasi unggulan, bukan hanya ramai dalam waktu sesaat.
“Jangan hanya dibersihkan saat ada kegiatan atau pejabat datang. Lindu ini harus siap setiap hari,” tegasnya di hadapan camat, kepala desa, dan masyarakat di Desa Tomado.
Ia menilai, wajah kawasan wisata mencerminkan keseriusan daerah dalam menarik wisatawan. Karena itu, penataan jalan, kebersihan lingkungan, hingga estetika kawasan harus menjadi perhatian bersama.
Bupati bahkan secara khusus menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sigi untuk memastikan akses jalan menuju Lindu tetap terawat, termasuk pembersihan bahu jalan dan jalur utama menuju desa-desa.
Tak hanya itu, peran pemerintah desa juga disorot. Ia meminta agar dana desa tidak hanya difokuskan pada program rutin, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kebersihan dan penataan kawasan wisata secara berkelanjutan.
“Tidak bisa hanya berharap dari pemerintah kabupaten. Desa harus ikut ambil peran,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengungkap kondisi fiskal daerah yang masih terbatas. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sigi, kata dia, belum cukup kuat dan masih bergantung pada dana transfer pusat.
Karena itu, pengembangan Lindu sebagai destinasi wisata dinilai menjadi salah satu peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia pun mengaku tengah membuka peluang investasi dan menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk rencana koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia guna mendukung aksesibilitas kawasan tersebut.
“Saya tidak ingin pembangunan berjalan stagnan. Kita harus bergerak cepat dan mencari peluang, supaya Lindu benar-benar bisa jadi andalan,” katanya.
Selain infrastruktur dasar, Bupati juga menyinggung rencana pembangunan Kantor Camat Lindu yang lebih representatif. Ia ingin bangunan tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai kantor pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kawasan wisata.
Dengan berbagai langkah itu, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap Festival Danau Lindu 2026 tidak hanya sukses sebagai agenda tahunan, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat Lindu.
Bupati memastikan, dirinya akan kembali meninjau kawasan tersebut dalam waktu dekat untuk memastikan seluruh arahan telah dijalankan oleh perangkat daerah dan pemerintah setempat. (***)






