JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi mulai mempercepat upaya pemulihan pascagempa bumi dengan membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana. Sebanyak 50 unit huntara akan dibangun pada tahap awal dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bupati Sigi, Rizal Intjenae, mengatakan pembangunan huntara menjadi salah satu langkah prioritas pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat yang masih bertahan di pengungsian dapat segera memperoleh tempat tinggal sementara yang lebih layak dan aman.
Pernyataan tersebut disampaikan Rizal usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Sigi, Rabu (24/6/2026).
“Hari ini saya akan pergi meletakkan batu pertama pembangunan huntara atas bantuan Bapak Gubernur. Saya akan ke lokasi bersama Ibu Wakil Gubernur dan ada dibantu pemerintah pusat lewat BNPB,” ujar Rizal.
Menurutnya, dukungan yang diberikan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan komitmen bersama dalam mempercepat penanganan dampak gempa yang melanda Kabupaten Sigi.
Rizal mengaku bersyukur karena sejak bencana terjadi, perhatian dari pemerintah pusat terus mengalir. Sejumlah pejabat nasional bahkan telah datang langsung meninjau kondisi masyarakat terdampak.
“Alhamdulillah banyak pemerintah pusat yang datang berkunjung. Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden. Melalui BNPB telah datang membantu, kemudian ada Menteri PU, tadi Menko Pangan, dan kemungkinan besok dijadwalkan Menteri Sosial. Alhamdulillah ini sangat membantu dan meringankan masyarakat saya,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan 50 unit huntara tersebut merupakan tahap awal. Pemerintah daerah masih terus melakukan pembaruan data terkait jumlah warga terdampak dan kebutuhan hunian sementara di lapangan.
“50 sementara, tapi semua data itu di-update ulang,” ujarnya.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 menyebabkan Kabupaten Sigi menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah dan bangunan.
Karena itu, keberadaan huntara menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih aman dan nyaman selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Sigi berharap pembangunan huntara dapat segera diselesaikan sehingga warga terdampak yang saat ini masih berada di tenda pengungsian bisa segera menempati hunian sementara sambil menunggu pembangunan rumah permanen.
Selain pembangunan huntara, pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan kerusakan, penyaluran bantuan logistik, serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana. (**)






