Mutu Institute dan BPDP Perkuat Kompetensi Pekebun Sawit Aceh Tamiang

Sebanyak 120 pekebun sawit swadaya Aceh Tamiang mengikuti Pelatihan Budi Daya Program Pengembangan SDM Perkebunan yang didukung BPDP dan Mutu Institute. (Foto/ist)

JOURNALRAKYAT.COM, ACEH TAMIANG – Sebanyak 120 pekebun kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Aceh Tamiang mengikuti Pelatihan Budi Daya Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan yang resmi dibuka pada 22 Juni 2026 di Provinsi Aceh.

Kegiatan yang berlangsung hingga 27 Juni 2026 tersebut didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan diselenggarakan bekerja sama dengan Mutu Institute. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas pekebun sawit swadaya agar mampu menerapkan praktik budi daya yang lebih baik, produktif, dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Direktur PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), Wahyu Riyadi, S.Si., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai teknik budi daya kelapa sawit yang baik.

Materi yang diberikan mencakup pemilihan benih unggul, pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

Menurut Wahyu, kebutuhan dunia terhadap komoditas kelapa sawit masih sangat tinggi karena digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari industri pangan, energi, hingga produk turunannya.

“Hal ini menjadi peluang besar bagi pekebun Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas budi daya sehingga mampu menghasilkan tanaman yang sehat, produktif, dan berasal dari bibit unggul,” ujarnya.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Balai Benih Hortikultura Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan, Ahmad Zaini, SP., M.Si.

Dalam sambutannya, Ahmad Zaini menegaskan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia menilai perkembangan industri sawit di daerah perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam aspek teknik budi daya, penggunaan benih unggul, pemeliharaan tanaman, serta pengelolaan kebun yang berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap pekebun sawit swadaya semakin mampu mengelola kebunnya secara tepat, sehingga produktivitas meningkat dan manfaat ekonomi bagi masyarakat semakin besar,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen BPDP dalam mendukung peningkatan kapasitas petani sawit Indonesia. Dukungan tersebut tidak hanya memperkuat pengembangan industri sawit nasional, tetapi juga menyentuh kebutuhan langsung para pekebun di tingkat lapangan.

Melalui program pelatihan, BPDP mendorong pekebun sawit swadaya agar semakin berdaya saing, memahami praktik perkebunan yang baik, serta mampu menghadapi berbagai tantangan keberlanjutan di masa depan.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang berfokus pada penguatan keterampilan teknis budi daya kelapa sawit. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan di kebun masing-masing sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Dengan penerapan benih unggul, perawatan yang tepat, dan pengelolaan kebun yang berkelanjutan, para pekebun diharapkan mampu menghasilkan kelapa sawit yang lebih produktif, bernilai ekonomi tinggi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *