Majelis Taklim Habib Abu Bakar dan Ponpes Qotrunnada Salurkan 800 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Sigi

Relawan Majelis Taklim Habib Abu Bakar Al Attas dan Pondok Pesantren Qotrunnada menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. (Foto/ist)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi dan Kota Palu terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini, Majelis Taklim (MT) DR. (HC) Habib Abu Bakar Bin Hasan Al Attas Azzabidi Sulawesi Tengah bersama Pondok Pesantren Qotrunnada Cipayung, Depok, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Sigi, Sabtu (20/6/2026).

Bantuan yang disalurkan menyasar sejumlah desa terdampak di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki yang hingga kini masih membutuhkan dukungan logistik pascabencana.

Penanggung Jawab Majelis Taklim DR. (HC) Habib Abu Bakar Bin Hasan Al Attas Azzabidi Sulawesi Tengah, Ustadz Anto, mengatakan bantuan yang diberikan berupa 500 dos nasi siap saji dan 300 paket sembako. Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, teh, mi instan, serta lima kaleng ikan sarden.

Selain itu, tim relawan juga menyalurkan pampers untuk balita dan berbagai makanan ringan bagi anak-anak yang terdampak gempa.

“Kami berupaya menyisir wilayah-wilayah yang masih kurang terjangkau bantuan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Fokus kami adalah membantu saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan,” kata Ustadz Anto.

Menurutnya, bantuan disalurkan langsung oleh tim relawan untuk memastikan seluruh bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan aksi kemanusiaan tersebut dilakukan tanpa membedakan latar belakang penerima bantuan.

“Dalam situasi bencana, yang kami lihat adalah kebutuhan masyarakat. Karena itu, bantuan yang kami salurkan tidak hanya ditujukan kepada umat Islam, tetapi kepada seluruh warga terdampak gempa. Kemanusiaan adalah milik bersama, sehingga siapa pun yang membutuhkan berhak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Ustadz Anto menjelaskan, nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tersebut merupakan ajaran yang selalu ditanamkan oleh Habib Abu Bakar kepada seluruh jamaah dan relawan.

“Abuya selalu mengajarkan kepada kami untuk hadir membantu siapa saja yang membutuhkan. Nilai kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala perbedaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Majelis Taklim dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan bukanlah hal baru. Sejak bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Sulawesi Tengah pada 2018, majelis bersama relawan terus aktif membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Bahkan, di luar masa tanggap bencana, MT DR. (HC) Habib Abu Bakar Bin Hasan Al Attas Azzabidi secara rutin menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat yang membutuhkan. Setiap bulan, jumlah bantuan yang disalurkan mencapai 5 hingga 10 ton beras yang dikemas dalam ukuran 5 kilogram.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Abuya dan majelis untuk terus hadir membantu masyarakat. Tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Selain membawa bantuan logistik, para relawan juga memberikan dukungan moral kepada warga yang masih berupaya bangkit dari dampak gempa. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan semangat dan mengurangi beban psikologis yang dirasakan para penyintas.

Ustadz Anto turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, dan pihak yang telah mendukung aksi kemanusiaan tersebut, khususnya Pondok Pesantren Qotrunnada Cipayung, Depok.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Dukungan dan kepedulian yang diberikan menjadi kekuatan bagi masyarakat terdampak gempa,” katanya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam proses pemulihan pascabencana.

“Semoga para korban diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani masa pemulihan. Kami akan terus berupaya hadir dan membantu sesuai kemampuan yang kami miliki,” tutup Ustadz Anto. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *