JOURNALRAKYAT.COM, PALU – Masyarakat Sulawesi Tengah kini tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk menjalani tindakan bedah retina. RSUD Anutapura Palu resmi meluncurkan Layanan Bedah Retina pertama di Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (5/1/2026), yang diresmikan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.
Peluncuran layanan tersebut menjadi terobosan penting dalam peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan mata, khususnya bagi pasien dengan gangguan retina yang selama ini harus menunggu lama dan menempuh rujukan ke luar daerah.
Kegiatan peresmian dihadiri para direktur rumah sakit se-Sulawesi Tengah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu, dokter spesialis mata, serta jajaran staf dan tim medis RSUD Anutapura Palu.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inovasi RSUD Anutapura Palu yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kehadiran layanan bedah retina akan memangkas waktu tunggu pasien sekaligus menekan biaya dan beban psikologis keluarga pasien.
“Dengan adanya layanan ini, masyarakat dari 13 kabupaten/kota tidak perlu lagi keluar daerah untuk berobat. Tidak perlu menunggu sampai tiga bulan bahkan satu tahun untuk mendapat tindakan. Sekarang cukup di Palu,” ujarnya.
Direktur RSUD Anutapura Palu, Maria Rosa Da Lima Rupa, menjelaskan bahwa rumah sakit telah menyiapkan tenaga medis dan fasilitas pendukung secara bertahap untuk menunjang layanan tersebut.
“Saat ini tersedia tiga dokter spesialis mata yang berkompeten dan empat kamar operasi. Pada hari pertama layanan, kami langsung melayani delapan pasien dengan gangguan retina,” jelasnya.
Ia menambahkan, layanan bedah retina tersebut telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait pembiayaan.
“Layanan ini sudah dicover BPJS Kesehatan. Harapannya, pelayanan bedah retina dapat berjalan optimal dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Dengan diluncurkannya layanan ini, RSUD Anutapura Palu menargetkan diri sebagai pusat rujukan bedah retina di Sulawesi Tengah. Ke depan, layanan tersebut diharapkan mampu mendukung pelayanan kesehatan mata yang lebih modern, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (**)






