Waket II DPRD Sigi Apresiasi Festival Uta Dada 2026, Dorong Kuliner Lokal Dikenal Nasional

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sigi, Ikra Ibrahim, mengapresiasi pelaksanaan Festival Uta Dada 2026 di Desa Balane, Kecamatan Kinovaro. Festival kuliner khas Kaili ini diharapkan mampu mengangkat potensi budaya dan memperkenalkan Kabupaten Sigi hingga tingkat nasional. (Foto/ist)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sigi, Ikra Ibrahim, mengapresiasi pelaksanaan Festival Uta Dada 2026 yang kembali digelar sebagai upaya melestarikan budaya dan memperkenalkan kuliner khas daerah kepada masyarakat luas.

“Semoga kegiatan ini mampu memperkenalkan potensi budaya termasuk kuliner lokal daerah sehingga mampu mengangkat nama daerah dan memperkenalkan sampai ditingkat nasional,” ujar Ikra yang dikutip Journalrakyat.com di akun sosial medianya, Rabu (3/6/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Ikra, festival tersebut menjadi salah satu sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Sigi, khususnya kuliner tradisional yang menjadi identitas masyarakat lokal.

Festival Uta Dada 2026 berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Balane, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Senin (1/6/2026). Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menyiapkan sebanyak 1.000 porsi uta dada gratis yang dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

Uta dada merupakan makanan khas suku Kaili yang memiliki cita rasa khas dan telah menjadi bagian dari warisan kuliner Sulawesi Tengah. Makanan tradisional tersebut selama ini dikenal luas oleh masyarakat Kaili dan masih terus dilestarikan hingga sekarang.

Festival Uta Dada sendiri telah memasuki penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya sukses digelar pada tahun 2025 di Desa Tinggede. Antusiasme masyarakat yang tinggi pada pelaksanaan perdana menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut kembali dilaksanakan tahun ini.

Sela menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan membuka peluang peningkatan pendapatan melalui penjualan berbagai produk lokal.

Melalui kegiatan ini, DPRD Kabupaten Sigi berharap uta dada semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan kuliner Sulawesi Tengah yang layak dipromosikan secara luas, sekaligus menjadi identitas budaya daerah yang mampu mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *