Penambang Dongi-Dongi Gotong Royong Timbun Jalan Rusak di Jalur Trans Palu–Napu

Sejumlah penambang emas di kawasan Dongi-Dongi bergotong royong menimbun jalan berlubang di ruas Trans Palu–Napu menggunakan material tambang. Aksi swadaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan sembari menunggu perbaikan permanen dari pemerintah. Foto: Istimewa.

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan ditunjukkan oleh sejumlah penambang emas di kawasan Dongi-Dongi dengan melakukan penimbunan jalan berlubang di ruas Trans Palu–Napu.

Aksi swadaya tersebut dilakukan menggunakan material yang tersedia di lokasi pertambangan, seperti pasir dan batuan hasil galian. Material itu dimanfaatkan untuk menutup sejumlah lubang yang selama ini dikeluhkan warga dan pengendara karena berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Bacaan Lainnya

Kerusakan jalan di beberapa titik ruas Trans Palu–Napu dinilai semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menjadi jalur penghubung penting antara Kota Palu dan wilayah Napu, jalan tersebut juga setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengangkut penumpang dan kebutuhan pokok masyarakat.

Salah seorang penambang, Salim Patiroi, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan yang melintas.

“Kami menggunakan material yang ada di lokasi tambang untuk menutup lubang-lubang di jalan. Tujuannya sederhana, agar masyarakat yang melintas tidak mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak parah,” ujarnya.

Menurut Salim, kondisi jalan yang rusak telah lama menjadi perhatian para penambang maupun masyarakat sekitar. Karena itu, mereka berinisiatif melakukan perbaikan sementara sembari menunggu adanya penanganan permanen dari pemerintah.

Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan para penambang bukanlah perbaikan permanen, melainkan langkah darurat untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Kami berharap ada perbaikan permanen dari pemerintah. Apa yang kami lakukan ini hanya bentuk kepedulian dan solusi sementara agar jalan bisa lebih aman dilalui,” tambahnya.

Aksi gotong royong tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para pengguna jalan. Sejumlah pengendara yang melintas mengaku terbantu dengan adanya penimbunan jalan berlubang tersebut karena dapat mengurangi risiko kendaraan terperosok, terutama saat musim hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.

Langkah para penambang Dongi-Dongi itu dinilai menjadi contoh kepedulian sosial yang lahir dari kesadaran bersama. Di tengah keterbatasan dan kondisi infrastruktur yang membutuhkan perhatian lebih serius, masyarakat menunjukkan bahwa keselamatan bersama merupakan tanggung jawab yang dapat diwujudkan melalui aksi nyata dan gotong royong. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *