Data Dampak Gempa Sigi Terus Dimutakhirkan, Rumah Rusak Ringan Capai 2.549 Unit

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menyampaikan perkembangan terbaru penanganan gempa, termasuk pemutakhiran data rumah terdampak, aktivitas gempa susulan, serta rencana memasuki masa transisi menuju pemulihan pascabencana. (Foto/ist)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI Pemerintah Kabupaten Sigi terus melakukan pemutakhiran data dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Memasuki hari ke-13 masa tanggap darurat, Senin (29/6/2026), proses verifikasi dan validasi kerusakan masih berlangsung guna memastikan akurasi data sebagai dasar penanganan dan pemulihan pascabencana.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, mengatakan data yang telah dikunci pada 21 Juni 2026 mencatat sebanyak 1.774 rumah mengalami rusak ringan, 520 rumah rusak sedang, dan 210 rumah rusak berat. Namun, jumlah tersebut terus mengalami perubahan seiring hasil asesmen lapangan yang masih berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Data di tingkat desa seharusnya sudah terkunci pukul 15.00 WITA dan malam ini kami menunggu data dari tingkat kecamatan. Jika tidak ada sanggahan, maka data tersebut dinyatakan valid dan akurat. Namun apabila masih ada sanggahan, data akan dikembalikan ke bidang permukiman dan perumahan untuk dilakukan asesmen ulang,” ujar Samuel.

Ia menjelaskan, tim teknis yang memiliki kompetensi dalam menilai tingkat kerusakan bangunan terus melakukan pemeriksaan terhadap rumah-rumah terdampak. Hasil asesmen terbaru menunjukkan jumlah rumah rusak berat mengalami penyesuaian, dari sebelumnya 281 unit menjadi 258 unit.

Sementara itu, berdasarkan data sementara terbaru, jumlah rumah terdampak kini mencapai 2.549 unit rusak ringan, 1.995 unit rusak sedang, dan 258 unit rusak berat.

Selain memperbarui data kerusakan bangunan, Pemerintah Kabupaten Sigi juga terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan. Hingga Senin (29/6/2026) pukul 18.00 WITA, tercatat telah terjadi 1.607 kali gempa susulan sejak gempa utama terjadi.

“Kalau melihat grafik, intensitas gempa terus menurun. Hari ini hanya tercatat 34 kali gempa susulan dan sebagian besar sudah tidak dirasakan masyarakat, hanya dapat dideteksi oleh alat sensor. Kita semua berharap intensitas dan kekuatan gempa terus menurun hingga kondisi kembali normal,” katanya.

Samuel menambahkan, masa tanggap darurat bencana akan berakhir pada 30 Juni 2026. Setelah itu, Pemerintah Kabupaten Sigi akan memasuki masa transisi menuju pemulihan dengan fokus mengembalikan pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Pada tahap transisi tersebut, pemerintah menargetkan pemulihan layanan air bersih, percepatan perbaikan jembatan yang rusak akibat gempa, serta pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan sehingga mereka dapat kembali tinggal dengan aman.

“Kami memohon doa dan dukungan agar seluruh tim dapat terus bekerja dengan baik dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Semoga pelayanan dasar segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Di akhir keterangannya, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Sigi Kuat, Sigi Bangkit. Mari kita terus bergotong royong membangun Kabupaten Sigi yang lebih baik,” ajaknya. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *