JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Memperingati Hari Pustakawan Nasional yang jatuh pada 7 Juli 2026, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi, Imron Noor, SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pustakawan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat.
Ucapan tersebut disampaikan melalui poster resmi yang diterbitkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Dalam pesannya, Imron Noor mengajak seluruh pustakawan agar terus menjadi penggerak literasi yang inspiratif dengan meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan layanan perpustakaan yang kreatif, inovatif, dan dekat dengan masyarakat.
“Teruslah menjadi penggerak literasi yang inspiratif. Tingkatkan kompetensi, perkuat kolaborasi, dan hadirkan layanan perpustakaan yang kreatif, inovatif, serta dekat dengan masyarakat,” tulis Imron dalam pesannya.
Ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pustakawan yang selama ini telah bekerja dengan penuh ketulusan dan semangat dalam mencerdaskan masyarakat.
Menurutnya, peran pustakawan sangat penting dalam membangun budaya literasi yang menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.
“Peran Anda sangat berarti dalam membangun budaya literasi dan mewujudkan masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” lanjutnya.
Melalui momentum Hari Pustakawan Nasional, Imron mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, ruang berkarya, sekaligus ruang tumbuh bagi semua kalangan.
Ia berharap semangat kolaborasi dalam memajukan literasi terus diperkuat sehingga mampu mendukung terwujudnya Kabupaten Sigi yang semakin cerdas, berbudaya literasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Peringatan Hari Pustakawan Nasional tahun ini mengusung semangat “Pustakawan Berkarya, Literasi Berjaya, Indonesia Maju”, sebagai pengingat bahwa pustakawan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya membaca dan literasi. (***)






