JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Auditorium Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi BRMP Sulawesi Tengah tersebut dirangkaikan dengan forum diskusi bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, brigade pangan, dan para pemangku kepentingan untuk menyusun langkah strategis percepatan modernisasi pertanian serta peningkatan produksi padi di Sulawesi Tengah.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian dalam memperluas penerapan budidaya padi modern melalui PM-AAS.
Menurutnya, program tersebut selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program Berani Panen Raya yang bertujuan meningkatkan produktivitas padi di daerah.
“Program ini sinkron dengan program pemerintah provinsi. Jika produktivitas padi Sulawesi Tengah saat ini masih berada di kisaran empat ton per hektare, maka melalui penerapan teknologi modern kita berharap produktivitas dapat terus meningkat,” ujarnya.
Ruslan mengungkapkan Sulawesi Tengah mendapat target penerapan PM-AAS seluas 24.414 hektare pada Musim Tanam III periode Juli hingga September 2026. Target tersebut menjadi bagian dari program nasional perluasan PM-AAS menuju satu juta hektare.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan Sulawesi Tengah memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi telah menetapkan program Berani Panen Raya dalam RPJMD dengan target meningkatkan rata-rata produktivitas padi dari sekitar empat ton menjadi enam ton per hektare.
“Kalau rata-rata enam ton per hektare bisa kita capai, Sulawesi Tengah akan memberi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Kuncinya adalah kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten, penyuluh, dan petani,” kata Anwar.
Kehadiran Bupati Sigi dalam rapat koordinasi tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi dalam mendukung percepatan modernisasi sektor pertanian.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas padi di Sulawesi Tengah.
“Kabupaten Sigi siap mendukung implementasi program PM-AAS dan program Berani Panen Raya. Kami berharap penerapan teknologi pertanian modern dapat meningkatkan hasil panen, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Rizal.
Sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Tengah, Kabupaten Sigi diharapkan menjadi bagian penting dalam menyukseskan penerapan PM-AAS sekaligus mendukung peningkatan produksi padi di tingkat provinsi maupun nasional.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan juga berdiskusi mengenai berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari pendampingan penyuluh, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, hingga dukungan program yang dibutuhkan daerah agar target peningkatan produktivitas padi dapat tercapai secara berkelanjutan. (***)






