Kemarau Panjang, Pemkab Sigi dan MUI Gelar Sholat Istisqa Mohon Turunnya Hujan

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat saat mengikuti Sholat Istisqa di kompleks Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Dolo, Senin (14/9/2026), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang. (Foto/ist)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Di tengah kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sigi, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sigi menggelar Sholat Istisqa di kompleks Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Dolo, Senin (14/9/2026).Sholat Istisqa tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi kemarau yang berlangsung panjang dapat berakhir.

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Sigi, masyarakat, serta umat Muslim dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, kondisi kemarau yang terjadi saat ini tidak terlepas dari fenomena cuaca yang berdampak terhadap rendahnya curah hujan.

Menurutnya, secara ilmiah kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Niño Godzilla yang secara umum terjadi di Indonesia dan diperkirakan dapat berlangsung hingga tahun depan. Fenomena tersebut berpotensi menyebabkan kemarau berkepanjangan di sejumlah wilayah.

Meski demikian, Rizal menegaskan bahwa berbagai fenomena alam dan kondisi geografis merupakan bagian dari ketetapan Tuhan. Karena itu, selain menghadapi kondisi tersebut melalui langkah-langkah pemerintah, diperlukan pula ikhtiar dan doa bersama.

“Olehnya, Pemerintah Kabupaten Sigi melaksanakan Sholat Istisqa sebagai ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan dan keberkahan bagi daerah kita,” ujar Rizal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap memperkuat doa sesuai keyakinan masing-masing.

Menurut Rizal, upaya memohon turunnya hujan tidak hanya menjadi bagian dari umat Muslim melalui pelaksanaan Sholat Istisqa. Masyarakat non-Muslim juga dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.

“Bagi umat Muslim, kita melaksanakan Sholat Istisqa, sementara saudara-saudara kita yang non-Muslim dapat melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing untuk memohon kepada Tuhan. Karena pada akhirnya, segala sesuatu adalah milik dan kehendak Tuhan,” pesan Bupati Sigi.

Pelaksanaan Sholat Istisqa tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat Sigi untuk bersama-sama menghadapi dampak kemarau, sembari berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan kembali turun di wilayah Kabupaten Sigi. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *