JOURNALRAKYAT.COM, JAKARTA –Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) memasuki periode baru di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra. Ia resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum PB ESI masa bakti 2026–2030 dengan target membawa prestasi esports Indonesia semakin kompetitif di tingkat Asia dan dunia.
Herindra mengatakan kepemimpinan di PB ESI merupakan amanah strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi atlet, tetapi juga pengembangan generasi muda di tengah pesatnya industri esports dan transformasi digital.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi talenta yang besar sehingga tidak seharusnya hanya berperan sebagai pasar dalam perkembangan industri esports global.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global,” kata Herindra di Jakarta, Selasa (15/9).
Untuk mewujudkan target tersebut, PB ESI periode 2026–2030 akan mendorong pembinaan atlet secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas kompetisi, serta memperkuat ekosistem esports agar talenta muda Indonesia memiliki jalur pengembangan hingga ke level internasional.
Salah satu agenda terdekat adalah menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Kontingen Esports Indonesia saat ini terus mematangkan persiapan melalui pemusatan latihan nasional untuk menghadapi kompetisi di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Herindra optimistis target yang telah ditetapkan dapat dicapai.
Ia menyebut proses pemusatan latihan nasional berjalan maksimal dan kebutuhan persiapan atlet mendapat dukungan dari PB ESI.
Pada Asian Games 2026, Indonesia menargetkan satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu dari delapan nomor pertandingan yang diikuti.
Target tersebut sekaligus menjadi salah satu agenda awal kepengurusan Herindra dalam membangun fondasi prestasi esports Indonesia untuk periode 2026–2030.
Namun, pengembangan esports tidak hanya diarahkan pada pencapaian medali. PB ESI juga menaruh perhatian pada penguatan ekosistem industri, mulai dari atlet, pelatih, penyelenggaraan kompetisi, organisasi, hingga peluang ekonomi digital.
Dengan pengembangan tersebut, esports diharapkan tidak berhenti sebagai arena pertandingan, tetapi turut menjadi bagian dari pertumbuhan industri kreatif dan teknologi nasional.
Kepemimpinan baru PB ESI pun diarahkan untuk membuka lebih banyak ruang bagi talenta muda Indonesia agar dapat berkembang, berkompetisi secara profesional, sekaligus mengambil peran dalam industri esports global. (***)






