Pemkab Sigi: Pembangunan Tak Cukup Hanya dengan Infrastruktur

Staf Ahli Bupati Sigi Rahmad Iqbal Nurkholis menghadiri kegiatan Sigi Religi dan Sholat Subuh Berjamaah bersama Majelis Subuh Berkah di Masjid Ar-Rahman, Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Sabtu (3/10/2026). (Foto/ist)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur. Penguatan moral serta nilai-nilai spiritual masyarakat dinilai turut menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia, Rahmad Iqbal Nurkholis, saat menghadiri kegiatan Sigi Religi dan Sholat Subuh Berjamaah bersama Majelis Subuh Berkah di Masjid Ar-Rahman, Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Sabtu (3/10/2026).

Bacaan Lainnya

Rahmad hadir mewakili Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sigi, Kapolres Sigi, pimpinan Majelis Subuh Berkah Sigi, MUI Kabupaten Sigi, Masyarakat Cinta Masjid, Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Kabupaten Sigi, pemerintah desa serta ratusan warga.

Rahmad mengatakan, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan masyarakat dengan karakter dan kehidupan sosial yang kuat.

“Pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga membutuhkan penguatan fondasi moral dan spiritual masyarakat,” ujar Rahmad.

Menurutnya, kegiatan Subuh Berjamaah dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menghadapi persoalan sosial.

Ia menyebut sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan, seperti kemiskinan, stunting, kenakalan remaja, penyalahgunaan minuman keras dan narkoba, tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut. Peran keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif,” katanya.

Rahmad juga mengajak masyarakat menjaga persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan gerakan Pakagali Pakagaya Ngata yang terus didorong Pemkab Sigi untuk membangun lingkungan yang bersih, indah, sehat dan nyaman.

Jadi Ruang Silaturahmi

Selain menjadi sarana ibadah, Majelis Subuh Berkah dinilai dapat menjadi ruang memperkuat silaturahmi dan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.

Melalui forum tersebut, berbagai informasi pembangunan, edukasi sosial dan penyuluhan kemasyarakatan dapat disampaikan secara langsung kepada warga.

Kegiatan itu juga mendorong kepedulian sosial melalui infak dan sedekah yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masjid maupun membantu warga yang membutuhkan.

Pembinaan generasi muda turut menjadi bagian dari kegiatan melalui tausiyah keagamaan. Jamaah diajak memperkuat akidah, akhlak dan etos kerja agar kehidupan keluarga dan masyarakat dapat berjalan lebih baik.

Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Ustaz Fikri Badjeber, Lc., M.H.

Rahmad berharap kegiatan Sigi Religi dan Majelis Subuh Berkah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, ruang-ruang keagamaan seperti itu dapat menjadi salah satu sarana memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Sigi.

“Penguatan sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus dilakukan sehingga pembangunan Kabupaten Sigi berjalan secara inklusif dengan tetap berlandaskan nilai-nilai moral, spiritual dan kebersamaan,” tuturnya. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *