Kadispora Tanggapi Kritik Soal Skatepark: Proyek Belum Rampung, Masukan Akan Jadi Evaluasi

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sigi, Jufrin, menanggapi kritik dari Komunitas Palu Skateboarding terkait pembangunan skatepark di Kabupaten Sigi yang dinilai tidak memenuhi standar.

Jufrin menegaskan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan akan terus disempurnakan sebelum diserahterimakan secara resmi.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Komunitas Palu Skateboarding menyayangkan hasil pembangunan skatepark yang dianggap tidak sesuai dengan standar olahraga skateboard.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi lantai yang tampak mudah rusak, memicu keluhan dari para skater yang berharap fasilitas tersebut bisa digunakan dengan nyaman dan aman.

Menanggapi hal ini, Jufrin mengapresiasi kritik yang diberikan oleh komunitas skateboard dan menegaskan bahwa pihaknya akan memperhatikan setiap masukan untuk perbaikan lebih lanjut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dan saran dari komunitas skateboard. Kritik seperti ini penting bagi kami sebagai bahan evaluasi agar pembangunan fasilitas olahraga di Sigi benar-benar sesuai harapan masyarakat. Perlu diketahui bahwa proyek skatepark ini belum selesai sepenuhnya, saat ini progresnya masih sekitar 90 persen dan belum memasuki tahap finishing,” ujar Jufrin.

Lebih lanjut, Jufrin menjelaskan bahwa proyek pembangunan ini bukan hanya untuk skatepark, tetapi juga mencakup fasilitas wall climbing. Total anggaran sebesar Rp989.819.840,00 dibagi untuk dua proyek tersebut.

“Dana hampir Rp989 juta ini digunakan untuk dua proyek sekaligus, bukan hanya skatepark. Pembangunan skatepark menghabiskan anggaran sekitar Rp390 juta, sementara wall climbing menelan biaya lebih dari Rp600 juta. Kedua fasilitas ini berada di lokasi yang sama,” jelasnya.

Saat ini, baik skatepark maupun wall climbing masih dalam tahap pengerjaan dan belum dilakukan serah terima kepada pemerintah daerah. Jufrin menegaskan bahwa proyek ini memiliki waktu pelaksanaan selama 74 hari kalender, namun ada tambahan waktu pengerjaan yang diberikan, sehingga ditargetkan selesai sepenuhnya pada Februari mendatang.

“Kami memastikan bahwa seluruh pembangunan akan sesuai dengan desain perencanaan yang telah disepakati. Dalam video yang beredar memang terlihat ada bagian lantai yang tampak mudah rusak. Itu akan kami perbaiki sebelum proyek ini diserahterimakan. Sekali lagi, kami tegaskan bahwa pengerjaan belum selesai 100 persen, dan setiap kekurangan akan segera diperbaiki,” tambahnya.

Jufrin juga berharap komunitas skateboard dan masyarakat luas bisa bersabar hingga seluruh fasilitas benar-benar rampung dan siap digunakan.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah ingin memberikan fasilitas olahraga yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

“Kami sangat menghargai perhatian dan kepedulian komunitas skateboard terhadap fasilitas ini. Kami ingin memastikan bahwa skatepark dan wall climbing yang dibangun bisa dimanfaatkan secara optimal dan aman bagi masyarakat. Oleh karena itu, masukan dari komunitas akan selalu kami pertimbangkan dalam proses penyelesaian proyek ini,” tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *