JOURNALRAKYAT.COM, MOROWALI – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau langsung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 yang berlangsung di Desa Bente dan Desa Sakita, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, pada Kamis (20/3/2024).
Didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Uli Simanjuntak, Kasad hadir bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, serta sejumlah stakeholder terkait.
Dalam kunjungannya, setelah menutup rangkaian kegiatan Kasad meninjau berbagai sasaran fisik yang menjadi bagian dari program TMMD.
Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah sumur bor di Desa Bente yang kini menjadi sumber air bersih bagi masyarakat setempat.
Setelah meninjau lokasi tersebut, Kasad melanjutkan kunjungannya ke lahan ketahanan pangan yang menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
Di lokasi ini, Kasad bersama rombongan dan warga setempat ikut serta dalam kegiatan penanaman benih dan bibit tanaman hortikultura.
Selain fokus pada infrastruktur dan ketahanan pangan, Kasad juga mengunjungi Morowali Military Integrated Demonstration Farm (MMIDF) yang memiliki luas mencapai tujuh hektare.
Di kawasan ini, ia menyerahkan bantuan berupa 500 paket tali asih kepada prajurit yang bertugas, serta meninjau fasilitas Dapur Sehat yang sengaja dalam pembangunan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan prajurit dan masyarakat sekitar.
Kunjungan Kasad di Morowali kemudian berlanjut ke Makodim 1311/Morowali untuk meninjau implementasi aplikasi SILEKEP, sebuah sistem yang dikembangkan oleh Pangdam XIII/Merdeka. Sistem ini menjadi salah satu inovasi dalam mendukung efektivitas administrasi dan layanan di lingkungan TNI.
Dandim 1311/Morowali, Letkol Inf Alzaki, dalam laporannya menyampaikan bahwa TMMD ke-123 tahun anggaran 2025 dilaksanakan di Desa Bente dan Desa Sakita, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali.
Program ini telah berlangsung sejak 19 Februari hingga 20 Maret dan bertujuan mempercepat pembangunan di daerah tersebut.
Hasil dari pelaksanaan TMMD ke-123 mencakup berbagai pembangunan infrastruktur seperti pembukaan jalan sepanjang 9,6 kilometer dengan lebar 24 meter, pembangunan lima titik sumur bor, serta pembangunan enam unit Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Selain itu, program ini juga mencakup pembangunan jalan rabat beton, renovasi jembatan, pembangunan dua ruang kelas untuk pondok pesantren, serta penghijauan dengan menanam sepuluh ribu pohon.
Sejumlah fasilitas lain yang turut dibangun meliputi kandang ayam petelur, Sara Mandi Cuci Kakus (MCK), serta dapur sehat.
Program TMMD juga melakukan pembersihan lingkungan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-123 juga menyelenggarakan berbagai kegiatan non-fisik yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
Sosialisasi kesehatan, keamanan, dan ketertiban masyarakat menjadi bagian penting dalam program ini.
Penyuluhan pertanian dan keluarga berencana juga diberikan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan keluarga.
Selain itu, edukasi tentang wawasan kebangsaan turut menjadi bagian dari program ini. Penyuluhan tentang bahaya narkoba, bazar murah, bakti sosial, serta kegiatan donor darah semakin melengkapi rangkaian kegiatan yang bertujuan memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk nyata keterlibatan TNI dalam mempercepat pembangunan daerah.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan TMMD ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara TNI dan masyarakat, sekaligus menyiapkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh,” ujar Kasad.
Dengan berbagai program yang telah terlaksana, TMMD ke-123 diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Morowali, baik dalam aspek pembangunan fisik, pemberdayaan ekonomi, maupun peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. (Angel)






