JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah yang juga Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menggelar kegiatan reses di Kabupaten Sigi, Jumat (1/8/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Resto Latoratima, Jalan Lando, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, dan dihadiri oleh sejumlah kepala desa, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Akbar menyampaikan bahwa reses bukan sekadar kegiatan formal, melainkan momen penting untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.
Ia mengaku lebih memilih banyak mendengar dibanding banyak berbicara, agar apa yang diperjuangkannya di pusat benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
“Hari ini saya tidak ingin banyak bicara, tetapi lebih banyak mendengar. Sebab, inspirasi terbesar dalam kerja-kerja politik saya berasal dari apa yang Bapak Ibu sampaikan,” ujar Akbar.
Akbar menjelaskan bahwa dirinya telah hampir setahun menjabat sebagai anggota DPD RI dan sekaligus sebagai Wakil Ketua MPR RI. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk terus memberikan kebermanfaatan bagi Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Sigi yang menurutnya merupakan bagian penting dari perjalanan politiknya sejak awal.
“Saya tidak ingin jabatan ini hanya bersifat simbolis. Saya ingin jabatan ini menjadi alat perjuangan bagi daerah saya. Karena itu, saya hadir di sini untuk memastikan bahwa setiap aspirasi, terutama yang menyangkut kebutuhan masyarakat, dapat saya perjuangkan di pusat,” tegasnya.
Salah satu fokus utama dalam reses ini adalah sektor pertanian. Akbar mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional.
Oleh karena itu, ia ingin memastikan bahwa program swasembada pangan juga menyentuh masyarakat petani di Sigi.
“Saya sudah bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian dan menyampaikan langsung bahwa Sigi adalah daerah pertanian yang potensial. Alhamdulillah, kita mendapat dukungan berupa bantuan alat mesin pertanian (alsintan), seperti satu unit combine harvester, dua traktor John Deere, dan empat hand tractor,” jelas Akbar.
Ia juga berharap agar bantuan tersebut tidak hanya dinikmati oleh tujuh kelompok tani binaan yang hadir dalam reses, tetapi dapat dibagi dan dimanfaatkan secara merata di kecamatan dan desa lainnya.
“Kalau kita bisa berbagi, maka dampaknya akan lebih luas. Semua kelompok tani harus bisa merasakan manfaat dari alat-alat ini,” tambahnya.
Selain sektor pertanian, Akbar juga menyampaikan adanya bantuan pendidikan berupa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Sigi. Meski jumlahnya baru sekitar 2.000 penerima, ia menilai ini merupakan langkah awal yang baik untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Tak kalah penting, Akbar juga menyoroti kondisi rumah ibadah yang masih membutuhkan perhatian. Ia mengaku telah menyampaikan hal ini langsung kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, dan mendapat respons positif.
“Saya bilang ke Pak Erick, di Sulawesi Tengah masih banyak rumah ibadah yang kondisinya memprihatinkan. Dan Alhamdulillah, beliau bersedia membantu sesuai mekanisme yang berlaku. Yang penting, panitia masjid juga harus saling berbagi. Seperti di Buol, saya bantu Rp300 juta untuk satu kecamatan, tapi dibagi ke beberapa masjid agar manfaatnya tidak hanya dirasakan satu pihak,” tutur Akbar.
Menutup pertemuan reses tersebut, Akbar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Sulawesi Tengah di tingkat pusat. Ia berharap sinergi antara masyarakat dan perwakilan daerah bisa mempercepat pembangunan yang merata dan berkeadilan.
“Saya akan terus perjuangkan suara masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Sigi. Ini sudah menjadi tanggung jawab moral saya sebagai wakil daerah di pusat,” pungkasnya. (Angel)






