DP3A Sigi: Kolaborasi Mitra Jadi Kunci Naikkan Predikat Kabupaten Layak Anak

DP3A Sigi: Kolaborasi Mitra Jadi Kunci Naikkan Predikat Kabupaten Layak Anak. (Foto:Journalrakyat.com)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi menargetkan peningkatan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari kategori Pratama ke Madya pada tahun ini.

Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sigi, Noviani Koruwu, saat menghadiri Workshop Pembelajaran (Lesson Learned) Implementasi Program WE NEXUS di Kabupaten Sigi.

Noviani menjelaskan, untuk mencapai predikat Madya, pemerintah daerah harus memenuhi 24 indikator Kabupaten Layak Anak, salah satunya melalui penguatan Sekolah Ramah Anak.

“Dalam upaya mencapai target tersebut, terdapat 24 indikator yang harus dipenuhi. Salah satu indikator penting adalah sekolah ramah anak,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Menurut Noviani, pemenuhan indikator KLA membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, Pemkab Sigi terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra pembangunan, termasuk Karsa Institute serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat (NGO) lainnya.

Ia mengapresiasi kontribusi Karsa Institute yang selama kurang lebih dua tahun terakhir dinilai konsisten mendukung program-program pemerintah daerah dan sejalan dengan visi dan misi Pemkab Sigi periode 2025–2029, khususnya pada misi kedua, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang sejahtera.

“Perempuan, pemuda, dan anak merupakan bagian penting dari sumber daya manusia. Melalui Program WE NEXUS, peningkatan kapasitas perempuan dan pemuda sangat terbantu,” katanya.

Noviani mengaku bangga dengan capaian Program WE NEXUS di Kabupaten Sigi, meskipun hingga saat ini program tersebut baru dilaksanakan di tiga kecamatan dan enam desa sebagai wilayah lokus.

Sejumlah kegiatan penguatan kapasitas telah dilakukan, mulai dari pelatihan public speaking, pelatihan terkait perspektif gender, hingga berbagai program peningkatan kapasitas perempuan dan pemuda.

“Selama kurang lebih dua tahun, peningkatan kapasitas perempuan dan pemuda cukup terasa. Dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada kualitas keluarga, terutama dalam meningkatkan pengetahuan perempuan yang selama ini kerap dikaitkan dengan kelompok rentan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Noviani menegaskan bahwa keterlibatan Karsa Institute dalam mendukung Kabupaten Layak Anak merupakan bagian dari upaya pencapaian indikator kinerja pemerintah daerah. Salah satu kontribusi nyata yang dirasakan adalah kolaborasi DP3A dan Karsa Institute dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Ramah Anak.

“Kami mengikuti langsung bimtek yang dilaksanakan di SMP 15 Desa Pesaku. Pembentukan dan bimtek sekolah ramah anak merupakan kontribusi konkret dalam mendukung KLA,” ungkapnya.

Berdasarkan data DP3A Kabupaten Sigi, hingga saat ini terdapat delapan sekolah yang telah mendapatkan pendampingan dan pembinaan sebagai sekolah ramah anak.

“Itu merupakan kontribusi nyata yang kami rasakan dari teman-teman Karsa Institute,” tambah Noviani.

Ia berharap program-program penguatan kapasitas seperti WE NEXUS dapat terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya, tidak hanya di tiga kecamatan yang ada saat ini, tetapi juga menjangkau kecamatan lain di Kabupaten Sigi.

“Sekolah ramah anak hanya satu dari 24 indikator KLA. Kami berharap kolaborasi dengan mitra, baik Karsa Institute maupun mitra lainnya, dapat terus diperkuat agar target peningkatan predikat Kabupaten Layak Anak dari Pratama ke Madya dapat tercapai,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *