Edukasi Safety Riding, KPID Sulteng Gandeng Honda Ajak Mahasiswa Peduli Keselamatan Berlalu Lintas

Edukasi Safety Riding, KPID Sulteng Gandeng Honda Ajak Mahasiswa Peduli Keselamatan Berlalu Lintas. (Foto:Journalrakyat)

JOURNALRAKYAT.COM, PALU – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah bersama Main Dealer Sepeda Motor Honda Sulteng, CV Anugerah Perdana, menggelar edukasi keselamatan berkendara atau Safety Riding di Kantor KPID Sulteng, Jalan MT Haryono, Kelurahan Besusu Barat, Palu Timur, Rabu (3/9/2025).

Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa UIN Datokarama Palu, staf KPID Sulteng, serta awak media. Mereka mendapat pembekalan teori sekaligus praktik mengenai cara berkendara yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab di jalan raya.

Ketua KPID Sulteng, Andi Kaimuddin, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, program ini lahir dari inisiatif industri otomotif melalui Anugerah Perdana yang menawarkan edukasi keselamatan berkendara kepada KPID Sulteng.

“Mereka melihat KPID Sulteng selama ini banyak membuat program literasi, baik di sekolah maupun kampus. Karena itu, Safety Riding sangat sejalan dengan misi kami. Edukasi ini penting, mulai dari persiapan, cara mengendarai, hingga sikap saat berkendara. Terutama bagi mahasiswa, pemahaman keselamatan harus menjadi prioritas,” ujarnya.

PIC Group Customer Instansi Pemerintah dan Swasta Honda Sulteng, Pahlepi, menambahkan bahwa Safety Riding merupakan agenda rutin bulanan yang selalu melibatkan berbagai instansi.

“Tujuan kami sederhana, mengingatkan generasi muda agar selalu berkendara dengan baik. Bersama KPID Sulteng, kami berharap manfaatnya semakin luas,” jelasnya.

Instruktur Safety Riding CV Anugerah Perdana, Yusman, menekankan pentingnya pemahaman dasar sebelum berkendara, seperti penggunaan helm berstandar SNI, jaket pelindung, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima.

Berdasarkan data tahun 2024, tercatat 144.605 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dengan 77 persen melibatkan sepeda motor. Dari jumlah itu, korban didominasi kelompok usia 15–39 tahun sebanyak 53 persen.

“Angka ini menjadi pengingat betapa pentingnya edukasi keselamatan sejak dini. Sejak 2002, kami konsisten menggelar sosialisasi mulai dari TK hingga perguruan tinggi. SMA menjadi fokus, karena usia remaja sangat rawan terlibat kecelakaan,” terang Yusman.

Selain edukasi, peserta juga berkesempatan mengikuti simulasi dan praktik berkendara menggunakan Honda PCX 160 dan motor listrik.

Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam kuis interaktif berhadiah helm SNI dan uang tunai. Honda Sulteng juga memberikan layanan servis gratis serta diskon oli khusus bagi peserta.

“Ilmu yang didapat hari ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik saat menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi lainnya, keselamatan di jalan harus selalu diutamakan,” tutup Yusman.

Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan teknologi terbaru sepeda motor Honda, serta diharapkan memberi dampak positif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tengah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *