JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Peringatan Haul ke-39 Pua Kali atau K.H. Daeng Maria Pilarante Djaelangkara kembali digelar khidmat di Gedung Ampera, Kecamatan Biromaru, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tahunan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai luhur yang diwariskan sang ulama kepada masyarakat Kabupaten Sigi.
Haul tahun ini mengangkat tema “Masyarakat Rahmatan Lil’alamin Fiddini Wadunya Wal Akhirat”, yang bermakna mewujudkan masyarakat yang menjadi rahmat atau kebaikan bagi semua, baik dalam kehidupan beragama, kehidupan dunia, maupun sebagai bekal menuju akhirat.
Sejumlah tokoh dan pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Biro Kesra, Bupati Sigi yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan SDM Rahmat Iqbal, Ketua Utama PB Alkhairaat Husen Habibu, pembawa hikmah haul, Dewan Panasehat Habir Ponulele, Kanwil Kemenag Sigi, perwakilan KUA, Polres Sigi, para pimpinan OPD, tokoh Alkhairaat, keluarga besar Djaelangkara, serta tamu undangan lainnya.
Haul ini diperingati untuk mengenang jasa dan perjuangan Pua Kali dalam membina kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat. Sosoknya dikenal sebagai ulama terkemuka sekaligus penyebar ajaran Islam di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Keteladanan beliau dalam berdakwah, kesederhanaan, serta keikhlasan dalam membimbing umat menjadikannya figur panutan lintas generasi. Makam beliau yang berada di wilayah Biromaru hingga kini menjadi tempat ziarah masyarakat.
Ketua Panitia Haul, Mohamad Januari, menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa untuk almarhum.
“Haul ini bukan hanya mengenang, tetapi juga refleksi untuk meneladani perjuangan beliau dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah demi membimbing umat. Mudah-mudahan kegiatan ini memberi manfaat dalam kehidupan kita, sebagaimana yang telah dicontohkan almarhum,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa haul ke-39 terasa istimewa karena bertepatan dengan diterbitkannya SK Pendirian Yayasan K.H. Daeng Maria Pilarante Djaelangkara.
“Mudah-mudahan dengan adanya yayasan ini, syiar almarhum semakin meluas di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang dakwah dan pendidikan,” tambahnya.
Atas nama panitia, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sigi dan seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.
Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan SDM, Rahmat Iqbal, menyampaikan bahwa visi dan misi yayasan sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Sigi.
“Kami melihat rencana kerja yayasan sangat seiring dengan program pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Sigi menyampaikan dukungan penuh terhadap sinergi dan kolaborasi yang akan dibangun,” ungkapnya.
Menurutnya, kerja-kerja ke depan harus bersifat kolaboratif dan sinergis, terutama dalam membangun Kabupaten Sigi yang lebih maju, religius, harmonis, dan sejahtera.
Ia juga menegaskan bahwa peringatan haul bukan sekadar mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi momentum untuk meneladani nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.
“Almarhum adalah sosok yang memberikan kontribusi besar dalam pembinaan moral dan akhlak masyarakat. Beliau bukan hanya seorang guru, tetapi juga panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Keteguhan beliau dalam menyampaikan kebenaran serta keikhlasan dalam berjuang patut kita teladani, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” tegasnya.
Melalui momentum haul ini, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, serta terus menghidupkan nilai-nilai yang telah ditanamkan para ulama dalam kehidupan keluarga, masyarakat, hingga penyelenggaraan pemerintahan.
Peringatan Haul ke-39 Pua Kali menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat Sigi untuk kembali meneguhkan jati diri daerah yang religius dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
Semangat kebersamaan yang diwariskan diharapkan terus hidup, mempererat hubungan sosial, serta menjadi pedoman generasi penerus dalam menjaga warisan budaya dan memperkokoh identitas daerah.
Dengan semangat kolaborasi antara masyarakat, keluarga, dan pemerintah, nilai-nilai luhur yang ditanamkan Pua Kali diharapkan tetap terjaga dan memberi dampak nyata dalam membangun Kabupaten Sigi yang lebih baik ke depan. (Ngel)






