JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Karapan Sapi (Posilumba Japi) yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tai Ganja menutup rangkaian refleksi satu dekade kepemimpinan Bupati Sigi Mohamad Irwan, Sabtu (25/1/2024).
Acara ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga wujud nyata pelestarian budaya lokal yang menjadi daya tarik pariwisata di Kabupaten Sigi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sigi Mohamad Irwan, Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Kajari Sigi, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pejabat dan masyarakat yang antusias menyaksikan perlombaan.
Dalam sambutannya, Bupati Mohamad Irwan menekankan pentingnya menjaga tradisi seperti Karapan Sapi, yang tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
“Karapan Sapi ini lebih dari sekadar perlombaan. Ini adalah simbol kebanggaan budaya kita, yang juga memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dan mendukung ekonomi lokal,” ujar Bupati.
Sebagai ajang yang mempererat persaudaraan antarwarga, Karapan Sapi juga menjadi bagian dari strategi promosi wisata Kabupaten Sigi.
Dengan mempertahankan tradisi ini, pemerintah daerah berupaya menjadikan Sigi sebagai destinasi yang mengedepankan kearifan lokal sekaligus memperkenalkan keindahan alam dan budaya kepada wisatawan.
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pelestarian budaya sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain menjadi daya tarik wisata, tradisi ini diharapkan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas daerah.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Pemkab Sigi berkomitmen Karapan Sapi dapat terus dikembangkan sebagai agenda tahunan yang mendukung visi Sigi menjadi kabupaten yang berdaya saing melalui keunggulan budaya dan pariwisatanya. (*)






