Ketua Komisi II DPRD Sigi Apresiasi Rencana Pembangunan RPH Babi di Jonoge

Ketua Komisi II DPRD Sigi Apresiasi Rencana Pembangunan RPH Babi di Jonoge. (Foto/Journalrakyat)

 

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sigi, Dinie Dewi Mariaty, mengapresiasi rencana Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Peternakan untuk membangun Rumah Potong Hewan (RPH) ternak babi di Desa Jonoge.

Bacaan Lainnya

Rencana tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor peternakan.

Menurut Dinie, selama ini sektor peternakan, khususnya komoditas babi, menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Sigi melalui retribusi rumah potong hewan. Bahkan, di Sulawesi Tengah, Kabupaten Sigi disebut sebagai satu-satunya daerah yang memiliki fasilitas RPH khusus ternak babi.

“Penghasilan terbesar dari sektor peternakan berasal dari retribusi rumah potong hewan, khususnya komoditas babi di Jonoge. Ini menjadi potensi besar yang harus dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kontribusi PAD dari sektor tersebut sempat mengalami penurunan pada tahun sebelumnya akibat wabah African Swine Fever (ASF) yang berdampak pada menurunnya populasi ternak babi. Namun, kondisi tersebut mulai berangsur pulih pada Tahun 2025.

“Populasi ternak babi saat ini sudah mulai meningkat. Karena itu, rencana pembangunan RPH ini menjadi kabar baik, baik bagi peternak maupun bagi daerah,” kata Dinie.

Dinie menilai pembangunan RPH babi di Desa Jonoge memiliki prospek yang sangat menjanjikan, mengingat besarnya kebutuhan pasar, tidak hanya di wilayah Sulawesi Tengah, tetapi juga ke daerah lain seperti Morowali hingga Kalimantan.

Meski demikian, ia menekankan agar pelaksanaan pembangunan RPH tersebut dilakukan sesuai dengan perencanaan dan memperhatikan aspek lingkungan hidup.

“Kami menitipkan pesan agar pembangunan RPH ini berjalan sesuai perencanaan, memenuhi ketentuan AMDAL, dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari,” tegasnya.

Ia berharap, keberadaan RPH babi di Jonoge nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peternak dan pedagang, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Dengan pengelolaan yang baik, RPH ini diharapkan mampu meningkatkan PAD Kabupaten Sigi serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ngel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *