JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Moh. Sya’ban Said Lawia secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gema Bangsa Kabupaten Sigi setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Penyerahan SK tersebut berlangsung dalam kegiatan Kursus Politik Kader dan Inaugurasi Partai Gema Bangsa Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, pada 25–27 Juli 2025.
Acara yang berlangsung selama tiga hari dua malam itu turut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Gema Bangsa Ahmad Rofiq, Sekretaris Jenderal Muhammad Sopiyan, serta jajaran unsur pimpinan DPP lainnya seperti Wakil Ketua dan Kepala Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum deklaratif bagi kepengurusan daerah, tetapi juga dirangkaikan dengan pelatihan kader dan pembekalan politik.
Dalam kesempatan itu, Moh. Sya’ban mengisahkan dinamika awal terbentuknya struktur Gema Bangsa di Kabupaten Sigi.
Menurutnya, langkah awal bergabung dengan Gema Bangsa berawal dari pertemuan informal di Jakarta bersama sejumlah tokoh politik nasional. Pertemuan itu membahas semangat membangun partai politik baru yang memberikan ruang aspirasi dari bawah bukan atas dasar kepentingan elite.
“Awalnya saya hanya ditawari sebagai sekretaris oleh salah satu tokoh politik di Sigi yang saat itu memegang mandat. Namun karena yang bersangkutan tidak lagi responsif, DPW akhirnya mengambil keputusan dalam rapat luar biasa untuk menarik mandat tersebut dan menunjuk saya sebagai ketua,” ujar Sya’ban Selasa (29/7/2025).
Setelah ditetapkan sebagai ketua DPD, Sya’ban bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari satu minggu, ia berhasil membentuk struktur kepengurusan lengkap hingga tingkat kecamatan, melibatkan total 23 orang dari seluruh wilayah di Kabupaten Sigi.
Ia menegaskan bahwa Gema Bangsa hadir dengan wajah baru dalam politik nasional, mengusung semangat kerja dari bawah dan menerapkan sistem desentralisasi penuh.
Lebih lanjut, kata dia, gema bangsa tidak seperti partai-partai besar yang cenderung sentralistik, Gema Bangsa memberikan kewenangan sepenuhnya kepada DPW dan DPD dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam penentuan calon kepala daerah.
“Gema Bangsa adalah satu-satunya partai di Indonesia yang memberikan kewenangan penuh kepada pengurus daerah tanpa intervensi pusat, termasuk dalam menentukan siapa yang akan diusung dalam Pilkada. Semua keputusan murni dari daerah,” tegas Sya’ban.
Selain desentralisasi, Sya’ban menekankan bahwa Gema Bangsa juga membawa semangat perubahan dengan menolak praktik politik berbiaya tinggi atau mahar politik. Menurutnya, partai ini menjadi rumah politik baru yang menjunjung etika dan integritas dalam proses pencalonan.
“Khusus kader Di Gema Bangsa, tidak ada transaksi politik. Siapa pun yang ingin maju sebagai calon, tidak perlu membayar mahal. Kalau di partai lain rekomendasi bisa dibeli, di sini rekomendasi adalah hak daerah jika calon memenuhi syarat,” terangnya.
Sya’ban juga menyampaikan bahwa keberadaan Ahmad Rofiq mantan Sekretaris Jenderal Partai Perindo sebagai Ketua Umum DPP Gema Bangsa, membawa kekuatan pengalaman dan jaringan politik yang luas dalam membangun partai ini menjadi kekuatan baru di panggung nasional.
Adapun target jangka pendek DPD Gema Bangsa Sigi, lanjutnya, adalah menyelesaikan proses verifikasi faktual sesuai ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta memastikan struktur partai terbentuk 100 persen di seluruh 16 kecamatan di Kabupaten Sigi.
Selain itu, pihaknya mulai menjaring bakal calon legislatif yang berkualitas untuk Pemilu 2029.
“Kami juga membuka ruang kolaborasi lintas partai dan warna dalam membangun Sigi. Yang penting, prosesnya tetap transparan dan tidak membebani kader maupun mitra kerja politik,” tutupnya.
Dengan semangat baru dan struktur yang solid, Gema Bangsa DPD Sigi berharap bisa menjadi kekuatan alternatif politik yang bersih, mandiri, dan berpihak kepada rakyat di daerah. (Angel)






