JOURNALRAKYAT.COM, PALU – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Provinsi Sulawesi Tengah untuk pertama kalinya menggelar Konferensi Daerah (Konferda) pada Sabtu (9/8/2025).
Kegiatan berlangsung di Hotel KHAS, Jalan Zebra, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, dengan dihadiri jajaran pengurus pusat, daerah, dan para tamu undangan.
Sekretaris PA GMNI Sulteng terpilih, Nasution, menjelaskan Konferda tersebut dihadiri langsung Ketua Bidang Organisasi (OKK) DPP PA GMNI, Riano Oscha, jajaran DPD, serta 10 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) definitif hasil konferensi cabang (konfercab). Tiga daerah, yaitu Poso, Morowali Utara, dan Banggai Kepulauan, belum masuk dalam daftar DPC definitif.
“Konferda ini menjadi momentum penting bagi PA GMNI Sulteng karena baru pertama kali dilaksanakan sejak organisasi ini berdiri di provinsi kita. Sebelum pemilihan, setiap DPC menyampaikan pandangan umum yang berisi program kerja dan usulan calon pengurus. Hasilnya, 10 DPC sepakat mengusung Mahdiani Bukamo sebagai Ketua DPD PA GMNI Sulteng dan saya sebagai Sekretaris,” kata Nasution kepada Journalrakyat.com.
Nasution mengingatkan bahwa secara nasional GMNI berdiri sejak 1954 sebagai organisasi ekstra kampus yang melahirkan banyak tokoh bangsa. Adapun PA GMNI Sulteng telah terbentuk sejak 2006, namun baru tahun ini berhasil melaksanakan Konferda pertama.
“Sebagai organisasi alumni, kami akan bermitra dengan pemerintah dalam pembangunan daerah. Namun, kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kritik konstruktif jika ada kebijakan yang tidak sesuai aturan. Alumni GMNI tersebar di berbagai lembaga negara, sehingga kami memiliki jaringan yang kuat untuk menyuarakan aspirasi publik,” ujarnya.
Dalam agenda ke depan, Nasution menyampaikan pelantikan pengurus DPD PA GMNI Sulteng dijadwalkan pada akhir Agustus 2025. Acara pelantikan ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PA GMNI, Prof. Dr. Arif Hidayat, yang juga menjabat Hakim Mahkamah Konstitusi.
PA GMNI Sulteng saat ini memiliki anggota yang jumlahnya mencapai puluhan orang dan tersebar di berbagai instansi pemerintahan maupun lembaga negara. Pihaknya juga menargetkan percepatan pembentukan pengurus di kabupaten yang belum bergabung, seperti Poso, Morowali Utara, dan Banggai Kepulauan.
“Selanjutnya kami akan menunjuk pengurus sementara di daerah tersebut untuk mempersiapkan konfercab. Setelah itu, mereka akan di-SK-kan sebagai pengurus definitif dan menjadi bagian penuh dari PA GMNI Sulteng,” terang Nasution.
Ia menegaskan bahwa PA GMNI Sulteng bukan hanya hadir untuk menguatkan solidaritas antara Alumni, tetapi juga menjadi mitra kritis pemerintah.
“Intinya, kami siap memberikan masukan dan kritik jika ada kebijakan yang tidak sesuai aturan. Semua ini demi kemajuan daerah dan negara,” pungkasnya. (*)






