Pemkab Sigi Temui Mensos, Dorong Realisasi Sekolah Rakyat dan Penguatan Program Sosial

Pemerintah Kabupaten Sigi terus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan pelayanan sosial dan pendidikan inklusif. (Foto/Humas Pemkab Sigi)

JOURNALRAKYAT.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Sigi terus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan pelayanan sosial dan pendidikan inklusif.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, didampingi Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi, melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta, Jumat (16/5/2025)

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Rizal menyampaikan usulan agar program Sekolah Rakyat dapat direalisasikan di Kabupaten Sigi. Menurutnya, Pemkab Sigi telah menyiapkan lahan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Pombewe untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut.

“Program ini sangat sejalan dengan kebijakan pendidikan inklusif yang kami terapkan, seperti pembebasan biaya seragam dan pendidikan bagi anak-anak dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mulai dari PAUD hingga SMP,” ungkap Bupati.

Wakil Bupati Samuel menambahkan pentingnya integrasi data antara pusat dan daerah, khususnya dalam program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan.

Ia berharap agar data tersebut disediakan secara by name by address, sehingga bisa diselaraskan dengan data Pemkab Sigi.

“Kami ingin memastikan bahwa warga yang belum tercover PBI bisa segera masuk dalam program unggulan kami, yakni Sigi Masagena. Tapi pemutakhiran data masih jadi tantangan, karena banyak ASN, TNI, dan Polri masih tercatat sebagai penerima,” ujarnya.

Samuel juga menyinggung penanganan korban bencana kebakaran yang selama ini menggunakan anggaran reguler tahun berikutnya.

Ia berharap adanya dukungan langsung dari Kemensos dalam bentuk bantuan pembangunan rumah bagi para korban.

Terkait kerja sama dengan BPJS Kesehatan, Pemkab Sigi menyampaikan adanya sejumlah keterbatasan, seperti beberapa penyakit dan jenis obat yang tidak ditanggung.

“Melalui program Sigi Masagena, kami berusaha menutup kekosongan pembiayaan tersebut. Kami berharap Kementerian Sosial juga dapat turut memperkuat intervensi di bidang ini,” tambahnya.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara Pemkab Sigi dan Kemensos RI untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas layanan sosial demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sigi. (Angel)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *