JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Sepanjang Januari hingga 8 September 2025, Polres Sigi mencatat 97 kasus penganiayaan dan 75 kasus pencurian sebagai laporan terbanyak di wilayah hukumnya.
Data ini menunjukkan bahwa angka kriminalitas di Sigi masih perlu mendapatkan perhatian serius dari aparat kepolisian.
Kapolres Sigi, AKBP Kari Amsah Ritonga, memaparkan hal tersebut dalam sesi wawancara bersama awak media usai kegiatan coffee morning bersama insan pers di Warkop Tuan Guru, Desa Kalukubula, Kecamatan Biromaru, Senin (8/9/2025).
Dalam kesempatan itu, ia tidak hanya menyampaikan kondisi kamtibmas, tetapi juga menjelaskan strategi yang tengah digencarkan jajarannya untuk menekan tindak kriminal.
Menurut Kapolres, ada tiga langkah utama yang kini menjadi fokus Polres Sigi. Pertama, mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas di setiap desa.
Bhabinkamtibmas, kata dia, merupakan ujung tombak kepolisian di tingkat desa yang bertugas memperkuat fungsi deteksi dini serta pencegahan dini.Dengan kedekatan mereka bersama masyarakat, potensi gangguan kamtibmas dapat lebih cepat diketahui dan segera ditangani sebelum berkembang menjadi tindak pidana.
“Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan kami di desa. Dengan komunikasi langsung dengan warga, mereka bisa lebih cepat mengetahui persoalan yang ada, sekaligus melakukan langkah pencegahan agar masalah tidak berkembang menjadi tindak pidana,” jelas AKBP Kari Amsah Ritonga.
Langkah kedua adalah meningkatkan intensitas patroli kepolisian, baik patroli lalu lintas maupun patroli samapta. Menurut Kapolres, patroli menjadi tulang punggung kepolisian dalam menciptakan rasa aman serta mengurangi ruang gerak bagi pelaku kejahatan.
“Langkah ketiga adalah melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku kejahatan, sehingga memberikan efek jera dan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga media massa. Menurutnya, pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akan lebih luas tersampaikan apabila semua pihak bekerja bersama.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara polisi, masyarakat, dan media sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Dengan strategi tersebut, Kapolres Sigi memastikan jajaran Polres akan terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan garda terdepan dalam menjaga keamanan serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh warga Kabupaten Sigi. (*)






