JOURNALRAKYAT.COM, MOROWALI – Sebanyak 22 desa di Kabupaten Morowali masih belum mendapatkan akses listrik, mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan.
Menyikapi hal ini, Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat segera merasakan manfaat listrik yang layak. Untuk itu, percepatan pemenuhan infrastruktur listrik akan menjadi salah satu fokus utama dalam tiga tahun ke depan,” ujar Iksan usai menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (20/3/2025).
Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan listrik ini membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta berbagai pihak terkait agar target penyediaan listrik dapat segera terealisasi.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, turut menanggapi kondisi ini dengan memastikan bahwa tahun ini sudah ada delapan desa di Morowali yang masuk dalam program elektrifikasi.
Ia juga berjanji akan berkoordinasi dengan PLN dan Pemkab Morowali untuk mencari solusi percepatan akses listrik bagi desa-desa yang belum terjangkau.
“Nanti saya akan bicara dengan PLN dan Pak Bupati untuk melihat apa yang bisa kami bantu dari Pemda Sulteng, supaya kalau bisa pada 2026 semua desa di Morowali sudah terang,” ujarnya.
Anwar Hafid juga menyoroti tingginya pertumbuhan listrik di Sulawesi Tengah yang mencapai 15 persen, menjadikannya yang tertinggi di Indonesia.
“Jadi, berapa pun suplai yang diberikan PLN pasti akan terasa kurang. Rata-rata pertumbuhan listrik di Indonesia hanya 4 persen, sedangkan di Sulawesi Tengah mencapai 15 persen, tertinggi secara nasional,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada daerah yang mengalami pemadaman listrik, tetapi kondisi ini menurutnya menjadi indikasi adanya pergerakan ekonomi yang semakin aktif di daerah tersebut.
“Di satu sisi, memang masih ada daerah-daerah yang gelap dan masih mengalami pemadaman listrik, tetapi ini juga menjadi tanda bahwa ekonomi daerah sedang bergerak. Artinya, ada harapan bahwa dengan pembangunan yang terus berjalan, akses listrik akan semakin merata,” pungkasnya.
Selain listrik, Pemkab Morowali juga menargetkan penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat di wilayah terpencil, seperti Pulau Sumbori, Kecamatan Bahodopi, dan Kecamatan Bungku Timur.
“Survei sudah dilakukan, dan memang ada permintaan penyediaan air bersih. Namun, pada 2025 ini kita akan meninjau kembali penganggarannya. Saya ingin program ini berjalan secara maksimal, bukan setengah-setengah,” jelas Iksan.
Menurutnya, akses air bersih bukan hanya kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendukung sektor pariwisata. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan daya tarik destinasi wisata di Morowali serta menarik lebih banyak wisatawan.
“Kita akan kontrol semua dan pastikan dalam tiga tahun ke depan program-program ini benar-benar tuntas,” tegasnya.
Dengan upaya percepatan penyediaan listrik dan air bersih, Pemkab Morowali berharap kesejahteraan masyarakat semakin meningkat serta pembangunan daerah dapat berjalan lebih merata di berbagai sektor. (Angel)






