Wakil Ketua MPR RI Lepas 288 Santri Balik ke Jawa dengan Program Mudik Gratis dari Donggala

Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar, secara resmi melepas keberangkatan 288 santri dalam program mudik balik Lebaran gratis, Jumat (11/4/2025), (Tengah menguna baju hitam dan Kacamata)

JOURNALRAKYAT.COM, DONGGALA – Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar, secara resmi melepas keberangkatan 288 santri dalam program mudik balik Lebaran gratis, Jumat (11/4/2025).

Para santri beserta ustaznya diberangkatkan dari Pelabuhan Donggala menggunakan KM Dharma Kencana V, dengan tujuan Donggala–Surabaya.

Bacaan Lainnya

Menurut Abcandra, gagasan mudik gratis ini berawal dari pengalamannya saat ikut arus mudik dari Surabaya ke Sulawesi Tengah.

“Waktu itu saya mudik sekitar tanggal 24 malam. Saat itu saya berdiskusi dengan para santri dan ustaz yang juga sedang dalam perjalanan. Alhamdulillah, kami difasilitasi, dan dari obrolan itu, para santri menyampaikan keinginan agar mereka juga bisa difasilitasi saat balik ke pesantren,” jelas Abcandra.

Ia bersyukur permintaan itu akhirnya bisa terealisasi hari ini. Abcandra mengaku terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah dan pihak KM Dharma Kencana, serta sejumlah stakeholder terkait.

“Alhamdulillah, adik-adik santri yang pulang kampung ke Sulteng bisa kembali ke pesantren di Jawa dengan gembira, untuk kembali menimba ilmu,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Donggala yang terus mendampingi dari awal kedatangan hingga keberangkatan kembali para santri.

“Program mudik gratis untuk para santri ini adalah yang pertama kali, dan insyaallah ke depan bukan hanya arus balik yang akan difasilitasi, tapi juga arus mudik dari Surabaya ke Sulteng,” katanya.

Abcandra menambahkan, selama ini mayoritas santri menggunakan transportasi darat untuk mudik. Kini dengan adanya akses kapal laut Surabaya-Palu yang sudah cukup memadai, program serupa diharapkan bisa berlanjut.

Ia pun berharap para santri tetap semangat menyebarkan nilai-nilai Islam dan tidak melupakan nilai-nilai luhur dari para pendahulu, seperti yang diajarkan Guru Tua melalui jalur pendidikan.

“Kita tahu sendiri bagaimana besar manfaat pendidikan bagi Sulawesi Tengah. Kita bangga bisa membesarkan nama daerah ini lewat dunia pendidikan,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Abcandra menyampaikan terima kasih kepada PT Dharma Lautan Utama atas komitmen besar dalam menyukseskan program ini. Ia juga mengungkap bahwa program mudik ini bukan sepenuhnya berasal dari dirinya.

“Ini juga hasil bantuan dari seorang sahabat yang bersedia turut membantu. Saya hanya menjalankan tanggung jawab sebagai wakil dari Sulawesi Tengah, karena membangun daerah ini butuh kerja sama, apalagi dalam bidang pendidikan,” ungkapnya.

Abcandra juga menyampaikan pesan kepada para santri agar setelah menyelesaikan pendidikan di luar daerah, mereka kembali ke kampung halaman.

Ia pun berjanji akan mengunjungi satu per satu pesantren yang menampung santri asal Sulawesi Tengah, guna mendengarkan langsung permasalahan yang mereka hadapi dan membantu mencarikan solusi. (Angel)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *