JOURNALRAKYAT.COM, DONGGALA – Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar, melepas secara resmi 288 santri asal Sulawesi Tengah yang kembali ke Pulau Jawa untuk menempu pendidikan kembali usai libur Lebaran.
Dalam pelepasan di Pelabuhan Donggala, Jumat (11/4/2025), Abcandra menitipkan pesan penting kepada para santri agar kelak kembali ke daerah dan turut membangunnya.
“Pesan saya satu, setelah selesai menimba ilmu, jangan lupa pulang. Bangun daerahmu. Bantu generasi setelah kalian agar mereka juga bisa menimba ilmu dan menebar kebaikan,” kata Abcandra di hadapan para santri dan ustaz yang ikut dalam program mudik balik gratis tersebut.
Ia mengungkapkan, program ini lahir dari pertemuannya dengan para santri saat arus mudik dari Surabaya ke Sulawesi Tengah.
Saat itu, para santri menyampaikan harapan agar mereka bisa difasilitasi untuk kembali ke pesantren.
Berkat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Donggala dan pihak KM Dharma Kencana, keinginan itu akhirnya terwujud.
“Alhamdulillah, harapan mereka bisa diwujudkan hari ini. Saya senang bisa membantu, walau tidak sendiri. Ada sahabat-sahabat yang juga ikut mendukung,” ujarnya.
Abcandra menekankan bahwa pendidikan adalah salah satu jalur penting dalam membangun daerah.
Ia mengajak para santri agar tidak hanya fokus mengejar ilmu, tetapi juga membawa manfaat bagi tanah kelahiran setelah lulus nanti.
“Sulawesi Tengah butuh anak-anak muda seperti kalian, yang pulang membawa ilmu dan semangat untuk memajukan kampung halamannya,” ucapnya.
Ucapan terima kasih juga datang dari para santri yang merasa terbantu atas program ini.
Salah satunya, Mutia Asfianty, santri asal Palu yang saat ini duduk di kelas 2 SMA di salah satu pesantren di Pulau Jawa.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Wakil Ketua MPR karena sudah memfasilitasi kami kembali ke Jawa. Setelah mudik ke Palu, saya bisa pulang dan melanjutkan pendidikan tanpa harus mengeluarkan biaya lagi. Ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” ungkap Mutia.
Diakhir acara, Abcandra berjanji akan terus mendukung pendidikan santri asal Sulawesi Tengah dan siap mendengarkan aspirasi mereka, termasuk dengan mengunjungi langsung pesantren-pesantren tempat mereka belajar. (Angel)






