Merawat Kearifan Lewat Tulisan: Sekolah Sukma Bangsa Sigi Bedah Buku dan Gelar Kenduri Buku 2025

Sekolah Sukma Bangsa Sigi menjadi tuan rumah pelaksanaan Kenduri Buku ke-4 tahun 2025, sebuah acara tahunan yang menampilkan karya-karya literasi siswa dari jaringan Sekolah Sukma Bangsa di seluruh Indonesia. (Foto:Ist)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Sekolah Sukma Bangsa Sigi menjadi tuan rumah pelaksanaan Kenduri Buku ke-4 tahun 2025, sebuah acara tahunan yang menampilkan karya-karya literasi siswa dari jaringan Sekolah Sukma Bangsa di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini digelar Rabu, 28 Mei 2025, di Gedung DAK Sekolah Sukma Bangsa Sigi, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, dan disiarkan secara langsung melalui YouTube dan Zoom Meeting.

Bacaan Lainnya

Mengangkat tema “Merawat Kearifan Lokal Melalui Kata,” Kenduri Buku tahun ini menampilkan 52 buku karya siswa dan tenaga pendidik non-SDK dari empat sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Sukma, yakni Sekolah Sukma Bangsa Sigi (23 buku), Bireuen (10 buku), Lhokseumawe (12 buku), dan Pidie (7 buku).

Setiap karya mencerminkan semangat pelestarian nilai budaya, refleksi sosial, serta kecintaan terhadap literasi di kalangan pelajar.

Kegiatan Kenduri Buku bukan sekadar seremoni peluncuran buku, melainkan menjadi ruang dialog, ekspresi, serta perayaan pencapaian intelektual siswa.

Tahun ini, dua karya siswa Sekolah Sukma Bangsa Sigi dipilih untuk dibedah secara khusus dalam forum terbuka, yakni:

“Tradisi Tak Tertulis: Warisan yang Hidup di Antara Kita” karya Rego, siswa kelas XII

“Ritus dan Kearifan: Warisan Budaya Tanah Kaili” karya Torompio, siswa kelas XII

Kedua buku ini mengangkat narasi-narasi kearifan lokal yang sering luput dari perhatian generasi muda. Dalam proses penulisan, para siswa melibatkan metode observasi langsung dan wawancara dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat, menjadikan buku-buku tersebut tidak hanya bernilai literer tetapi juga etnografis.

Tiga narasumber yang hadir sebagai pembedah buku adalah Dekan Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat Syamsuddin, sejarawan dan pegiat literasi Jamrin Abubakar, serta Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Moh. Nawir Dg Mangala.

Mereka memberikan apresiasi atas keberanian para siswa dalam menulis dan mendokumentasikan tradisi masyarakat secara kritis dan mendalam.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya memperkuat budaya membaca dan menulis, tetapi juga menjadi upaya nyata merawat memori kolektif dan identitas budaya lokal yang mulai tergerus zaman,” ujar Jamrin Abubakar.

Selain bedah buku, acara ini juga dirangkaikan dengan penganugerahan insan literasi. Dari Sekolah Sukma Bangsa Sigi, empat nama terpilih sebagai penerima penghargaan, yakni Riyan Setiawan Uki, Sufrida, Priltus Andronikus Lamonta, dan Meldawati.

Mereka menerima piagam serta hadiah uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan kontribusinya dalam bidang literasi sekolah.

Sementara dari tiga sekolah lainnya di Aceh, turut diumumkan pula para pemenang insan literasi, yaitu Azrifa Safiranda, Nailul Authar, dan Muchlisan Putra dari Sekolah Sukma Bangsa Pidie; Putri Maulida, Rivanda, dan Mukhlisanur dari Sekolah Sukma Bangsa Bireuen; serta Gunawan, Azwar Anas, dan Ikhwani dari Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe.

Dewan Pengawas Yayasan Sukma, Syamsir Alam, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat terus menjadi wadah pengembangan potensi siswa.

“Ini adalah langkah awal kita untuk membangun generasi yang tidak hanya mampu berpikir kritis, tetapi juga mencintai warisan budayanya melalui tulisan. Membaca dan menulis adalah fondasi membangun peradaban,” tutur Syamsir.

Pelaksanaan Kenduri Buku di bulan Mei ini menjadi sangat bermakna, karena bertepatan dengan dua momentum penting: Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) dan Hari Buku Nasional (17 Mei).

Sekolah Sukma Bangsa Sigi menjadikan kedua hari besar tersebut sebagai pemicu semangat untuk terus menyalakan api literasi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (*)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *