JOURNALRAKYAT.COM, PALU – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Telkom Regional 5 melalui Witel Sulawesi Bagian Tengah (Sulbagteng) menggelar pelatihan bertajuk “AI untuk UKM: UKM Mahir Menghitung HPP dengan AI”, Kamis (17/7/2025), di Rumah Kreatif BUMN Telkom Palu.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 pelaku UMKM binaan Telkom yang berasal dari berbagai sektor usaha, seperti kuliner, kriya, dan produk olahan rumah tangga.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Telkom untuk mendukung pelaku UMKM agar dapat beradaptasi dan tumbuh di tengah kemajuan teknologi.
Pelatihan dibuka oleh David Victor, Manager Shared Service & General Support Witel Sulbagteng.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pendampingan teknologi bagi pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di era digital yang terus berkembang pesat.
“Kami berharap pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), terutama dalam menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Dengan perhitungan HPP yang akurat, mereka bisa menetapkan harga jual yang kompetitif dan tetap menguntungkan,” ujar David.
Menurut David, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan praktik langsung agar para peserta dapat menerapkan keterampilan digital secara nyata dalam pengelolaan usaha mereka.
Hadir sebagai pemateri utama, Pusparani Sahran Putri, S.I.Kom., M.I.Kom., bersama tim dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako.
Dalam sesi pemaparan, ia menjelaskan bahwa pemahaman terhadap HPP adalah hal mendasar dalam manajemen bisnis, karena berdampak langsung pada penentuan strategi harga dan keberlanjutan usaha.
“Banyak UMKM belum menyadari pentingnya menghitung HPP secara tepat. Melalui pelatihan ini, mereka bukan hanya belajar menghitung secara manual, tetapi juga menggunakan tools AI seperti ChatGPT untuk membantu proyeksi biaya dan keuntungan dengan lebih efisien,” jelas Pusparani.
Para peserta juga diajak melakukan simulasi perhitungan HPP berbagai produk kuliner, seperti dimsum original, mentai, dan udang keju. Mereka diminta memasukkan komponen biaya bahan baku, tenaga kerja, dan operasional, lalu melihat bagaimana AI dapat mempercepat proses kalkulasi.
Salah satu peserta, Siti Aisyah, pelaku usaha makanan ringan dari Palu, mengaku pelatihan ini membuka wawasannya soal pengelolaan keuangan usaha.
“Selama ini saya hanya menebak-nebak harga jual. Setelah tahu cara menghitung HPP dan memperkirakan untungnya dengan bantuan AI, saya jadi lebih percaya diri menjalankan usaha,” ujarnya.
Ke depan, Telkom Regional 5 berencana menyelenggarakan pelatihan serupa secara berkala dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM di berbagai bidang. Fokusnya tetap pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing UMKM lokal.
Dengan langkah ini, Telkom berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang melek teknologi dan mampu naik kelas di era digital. (Angel)






