Ketua Sangu Rara Apresiasi Giat Seni BOSARA: Ruang Pemuda Sigi Harus Terus Hidup

Ketua Komunitas Sangu Rara, Moh Sya’ban Said Lawia, menyampaikan apresiasi sekaligus dorongan kuat kepada pemuda-pemuda Sigi untuk terus menciptakan ruang kreatif. Foto: (Angel/Journalrakyat.com)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Ketua Komunitas Sangu Rara, Moh Sya’ban Said Lawia, menyampaikan apresiasi sekaligus dorongan kuat kepada pemuda-pemuda Sigi untuk terus menciptakan ruang kreatif.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan seni bertajuk BOSARA (Bongi Mposarara) yang digelar oleh DPC PAPPRI Kabupaten Sigi bersama kelompok pemuda Desa Lolu dan Mpanau, Sabtu malam (3/8/2025) di RTH Taman Likuifaksi, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.

Giat seni ini tidak sekadar menampilkan pertunjukan seni, namun juga menghadirkan ruang dialog terbuka antar generasi. Salah satu sesi yang paling ditunggu adalah talkshow bertema “Pemuda Kreatif: Bergerak, Bertumbuh, dan Berdampak” yang menghadirkan mantan Bupati Sigi dua periode, Mohamad Irwan Lapatta, sebagai pembicara utama.

Dalam sesi dialog publik itu Sya’ban menyampaikan tanggapannya di hadapan puluhan peserta. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya sebatas hiburan, melainkan langkah awal yang penting untuk membuka ruang kreasi dan partisipasi pemuda secara luas.

“Kegiatan malam ini sangat menarik. Ini jadi titik awal bagi pemuda di Kabupaten Sigi untuk terus berkreasi seluas-luasnya. Ruang-ruang ini sudah terbuka tinggal bagaimana kita manfaatkan,” ungkapnya Sya’ban yang juga menjabat Ketua Partai Gema Bangsa Sigi.

Sya’ban juga memperkenalkan komunitasnya, sangu rara, sebagai wadah sosial berbasis seni yang aktif mendorong kebersamaan di sigi. Ia menilai hadirnya BOSARA menunjukkan bahwa pemuda tidak lagi menunggu, tetapi mulai bergerak menciptakan ekosistem seni dan ruang diskusi yang terbuka.

“Kami dari Sangu Rara percaya bahwa seni bisa jadi jalan untuk menyatukan gagasan dan energi pemuda. Dan malam ini, alhamdulillah, kami bisa duduk bersama tokoh seperti Pak Irwan Lapatta untuk menyatukan pemikiran demi Sigi ke depan khususnya dibidang kesenian,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sya’ban menekankan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan semacam ini. Menurutnya, kolaborasi antara seniman dan pelaku UMKM lokal bisa menjadi salah satu kekuatan baru dalam pengembangan ekonomi desa.

“Dengan adanya kegiatan ini, secara tidak langsung kita menghidupkan UMKM. Taman Likuifaksi bisa menjadi tempat bagi pelaku usaha di Desa Lolu untuk mendapatkan penghasilan tambahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah menggagas dan mendukung kegiatan ini, dan berharap semangat kolaboratif ini bisa terus dikembangkan ke depan.

“Kami sangat mendukung. Ke depan kita bisa berdiskusi lebih jauh dan mengembangkan kegiatan-kegiatan serupa. Sigi punya banyak potensi, tinggal bagaimana kita menggalinya bersama-sama,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Sya’ban juga memberikan penghargaan khusus kepada mantan Bupati Sigi dua periode, Irwan Lapatta, yang menurutnya telah membuka ruang kreatif sejak masa kepemimpinannya.

“Pak Irwan telah banyak melahirkan karya, termasuk pembangunan panggung seni di Taman Likuifaksi ini. Kami berharap beliau terus memberi inspirasi, dan bukan tidak mungkin menjadi pemimpin di masa depan Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Irwan Lapatta dalam paparannya menekankan pentingnya kemandirian dan keberanian anak muda dalam mengambil peran pembangunan di daerah.

“Pemuda Sigi tidak boleh takut bergerak. Jangan hanya menunggu ruang, tapi ciptakan ruang sendiri. Jangan hanya meminta peluang, tapi wujudkan peluang dari ide-ide kalian,” tegas Irwan.

Ia juga mengapresiasi komunitas Sangu Rara dan para pemuda yang aktif menciptakan ruang kreatif. Menurutnya, pembangunan tak hanya soal infrastruktur, tapi juga bagaimana membangun ekosistem seni, budaya, dan solidaritas sosial.

“Saya bangga karena panggung yang dulu kita bangun di Taman Likuifaksi kini hidup dengan energi pemuda. Semoga terus tumbuh menjadi tempat tumbuhnya ide dan kolaborasi,” tutupnya. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *