JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Ketua DPRD Kabupaten Sigi dari Fraksi Partai Golkar, Minhar Tjeho, melaksanakan reses atau penjaringan aspirasi masyarakat di Desa Wayu, Kecamatan Marawola Barat, Senin (25/8/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Wayu dalam suasana penuh kebersamaan.
Dalam reses tersebut, Minhar Tjeho didampingi oleh Kabag Umum dan Keuangan DPRD Sigi, Eddy Syupratman, serta sejumlah staf sekretariat DPRD. Hadir pula Kepala Desa Wayu bersama perangkatnya, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta warga setempat yang antusias menyampaikan berbagai usulan.
Minhar Tjeho menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan agenda konstitusional yang wajib dilakukan setiap anggota dewan sesuai amanat undang-undang. Melalui reses, anggota DPRD kembali ke daerah pemilihan (dapil) untuk mendengarkan langsung aspirasi warga sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan di daerah.
“Reses adalah momen penting bagi kami untuk menyerap, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Selain itu, reses juga menjadi ruang bagi anggota DPRD untuk memastikan program pembangunan yang berjalan di desa selaras dengan kebutuhan warga,” ujar Minhar.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, warga Desa Wayu menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya rehabilitasi gedung eks gereja BK agar dapat difungsikan sebagai gedung serbaguna desa, serta penambahan tenaga pengajar di SD BK Wayu yang masih kekurangan guru.
Menanggapi hal tersebut, Minhar Tjeho menegaskan akan membawa aspirasi masyarakat Desa Wayu ke DPRD Kabupaten Sigi untuk dibahas bersama pemerintah daerah.
“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan kami tindaklanjuti dan dipadukan dengan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kecamatan agar program yang dihasilkan benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” terang Minhar.
Ia menambahkan, reses juga menjadi sarana untuk mengevaluasi program-program pembangunan yang sudah berjalan di desa.
Dengan begitu, setiap usulan baru dapat diselaraskan dengan rencana pembangunan yang ada, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. (*)






